Wanita Inspiratif
Hanum, Pekerja Sosial dari Bireuen yang Kaya Pengalaman
Sudah tujuh tahun Hanum menjadi pekerja sosial. Berbagai tantangan dan pengalaman telah dijalaninya.
Penulis: Ferizal Hasan | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Ferizal Hasan I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Menjadi pekerja sosial itu tidak mudah. Selain penuh tantangan juga harus sabar dalam menghadapi masyarakat banyak.
Seperti halnya yang dialami Hanum Alfia. Warga Desa Blang Kubu, Kecamatan Peudada, Bireuen ini, sudah menjadi pekerja sosial sebagai pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) sejak tahun 2012.
Hanum sapaan akrabnya, sudah tujuh tahun menjadi pekerja sosial. Berbagai tantangan dan pengalaman telah dijalaninya.
"Perlu tenaga ektra untuk terus aktif menjadi pekerja sosial, ujar Hanum Kepada Serambinews.com Kamis (7/11/2019).
Hanum pun menceritakan pengalaman dan tantangannya menjadi pekerja sosial.
Alumni Ilmu Administrasi Negara Universitas Almuslim (Umuslim) Bireuen ini mengaku banyak pengalaman dan kendala di lapangan menjadi pekerja sosial.
Mulai dari sosialisasi program di tengah masyarakat, apalagi program ini bersifat bantuan tunai, tentu banyak pihak meragukan adanya program tersebut, karena awalnya banyak masyarakat tidak mengetahui tentang PKH.
"Masyarakat dari penerima manfaat dan perangkat desa baru percaya bahwa program ini benar di saat bantuaan mulai disalurkan langsung kepada masyarakat penerima PKH," pungkas Hanum.(*)
• Pergoki Istri Selingkuh Dengan Oknum Perwira Polda dalam Rumah, Bininya Malah Usir Suami
• Sultan Iskandar Muda di Mata Warga Khasmir, Pemimpin Muslim yang Saleh dan Sadar Akan Tuhan
• Dokter Ini Pukuli Wajah Kekasihnya hingga Remuk, Pelaku Marah Korban Menolak Berhubungan Badan
• Cantiknya Angeli Emitasari, Biduan Dangdut yang Memilih Jadi Kepala Desa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pekerjasospkh.jpg)