Breaking News
Rabu, 13 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Ikamat dan Pemerintah Aceh Promosikan Budaya dan Sejarah Aceh di Turki

Acara yang diselenggarakan selama dua hari (2-3 November 2019) itu dihadiri oleh ratusan penonton, baik dari Indonesia, Turki, maupun internasional.

Tayang:
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Mursal Ismail
For serambinews.com
Dr Dyah Erti Idawati MT, istri Plt Gubernur Aceh dalam Pameran Sejarah dan Seni Budaya Aceh 2019 di Istanbul, Turki, 2-3 November 2019. 

Acara yang diselenggarakan selama dua hari (2-3 November 2019) itu dihadiri oleh ratusan penonton, baik dari Indonesia, Turki, maupun internasional.

Ikamat dan Pemerintah Aceh Promosikan Budaya dan Sejarah Aceh di Turki

Laporan Yarmen Dinamika l Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ikatan Masyarakat Aceh di Turki (Ikamat) bekerja sama Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dan Museum Aceh  menyelenggarakan Pameran Sejarah dan Seni Budaya Aceh 2019 di Istanbul, Turki.

Acara yang diselenggarakan selama dua hari (2-3 November 2019) itu dihadiri oleh ratusan penonton, baik dari Indonesia, Turki, maupun internasional.

"Acara dibuka langsung oleh Duta Besar Indonesia untuk Turki, Doktor Lalu Muhammad Iqbal," kata Ketua Ikamat, Haykal kepada Serambinews.com, Jumat (8/11/2019) petang.

Menurut Haykal, Dr Lalu Muhammad Iqbal sangat mengapresiasi acara tersebut.

Dia mengaku sangat bangga terhadap Ikamat yang telah memenuhi salah satu mimpinya, yaitu memperkenalkan dan mempererat hubungan Indonesia-Turki melalui jalur sejarah dan budaya.

"Pilihan teman-teman mengambil jalan sejarah dan budaya dalam memamerkan daerah sudah tepat.

Ketika sisi ekonomi dan politik pada suatu negara terkadang memberi dampak merenggangkan hubungan antarnegara, hubungan sosial budayalah yang menjadi penawar dan pemersatu kembali hubungan tersebut," kata Iqbal yang merupakan magister hubungan internasional, sebagaimana dikutip Haykal.

Bos Narkoba Jaringan Aceh-Jakarta Tewas Ditembak, Mantan GAM & Punya Kebun Ganja 10 Hektare di Aceh

Aceh Tambah Enam Medali di Porwil Bengkulu, Empat Medali Disumbangkan Atlet Cabor Ini

Pendaftaran CPNS Tinggal Tiga Hari Lagi, Calon Pelamar di Abdya belum Tahu Persyaratannya

Saat pembukaan acara itu, kata Haykal, ikut hadir Dr Dyah Erti Idawati MT, istri Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah MT, Dalimi SE Ak (Wakil Ketua DPRA), dan Jamaluddin MSi Ak (Kadisbudpar Aceh).

Rangkaian acara ini diawali dengan pemutaran video oleh Disbudpar Aceh berjudul "The Light of Aceh",

Kemudian disusul oleh tampilan khas seni dari Turki, yaitu Mehter.

Mehter merupakan marching band Utsmani yang dianggap sebagai salah satu marching band tertua di dunia.

Dilanjutkan dengan tari saman Gayo yang mampu memukau penonton dan tamu undangan.

Hadirin semakin terkesima ketika salah satu warga Aceh yang menetap di Turki, Sarah, menyanyikan lagu Hikayat Prang Sabi dengan menampilkan makna hikayat secara langsung di layar tancap acara.

Acara kemudian ditutup dengan pameran manuskrip dan budaya serta dilanjutkan dengan agenda akademik pada keesokan harinya.

Kunjungan Tim Aceh

Selesai acara utama, tanggal 4-5 November 2019 Ikamat beserta perwakilan dari Pemerintah Aceh mengunjungi beberapa kantor utama Pemerintah Turki di Istanbul.

Di antaranya mengunjungi Museum Turkish and Islamic Art (TIEM), Dinas kebudayaan dan Pariwisata Istanbul, dan Fatih Sultan Mehmet Vakıf University.

Di Museum Turkish and Islamic Art, tim Pemerintah Aceh mencanangkan adanya agenda Aceh Corner di museum tersebut.

Kemudian study exchange, di mana petugas Museum Aceh bisa studi banding ke museum ini.

Sedangkan dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Istanbul, tim Pemerintah Aceh berupaya memperluas kerja sama agar pameran wisata dan sejarah Aceh bisa dilaksanakan kembali di tahun-tahun selanjutnya.

"Mari sama-sama mempromosikan budaya dan wisata Aceh di luar negeri. Ikamat sudah sangat luar biasa mempromosikan aceh di luar negeri.

Mudah-mudahan acara ini berlanjut dan kita berharap tahun depan lebih banyak lagi yang mendukung acara ini.

Apalagi kita telah mendapat respons positif dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Turki di Istanbul," kata Jamaluddin, Kadisbudpar Aceh, dikutip Haykal.

Di Fatih Sultan Mehmet Vakif University, agenda yang dihasilkan berupa join research atau student exchange.

Nantinya universitas-universitas di Aceh, bisa mengirim putra dan putri terbaiknya untuk ikut program ini.

Haykal, Ketua Ikamat sekaligus translator dalam pertemuan dengan pimpinan Fatih Sultan Mehmet Vakif University sangat senang dengan program yang dihasilkan ini.

Dia berharap agar universitas-universitas di Aceh mampu mengambil kesempatan besar ini.

Ia berharap semoga ada respons cepat dari Unsyiah, UIN Ar-Raniry, Unimal, UTU, dan beberapa kampus besar lainnya di Aceh untuk memanfaatkan peluang bagus ini.

Bisa saja misalnya dengan pengiriman dosen-dosen maupun mahasiswa.

"Kami selaku mahasiswa Aceh di Turki sangat mendukung dan akan membantu semaksimal mungkin untuk kegiatan exchange ini," pungkas Haykal selaku Ketua Ikamat. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved