Walikota Wanita Ini Diserang Pengunjuk Rasa, Diguyur Cat hingga Rambutnya Dipotong Paksa, Sebabnya?

Aksi ini adalah bagian dari demonstrasi yang sedang berlangsung setelah pemilihan presiden pada 20 Oktober.

Editor: Amirullah
angkap layar EPA via BBC
TWalikota di Bolivia diamuk massa 

Korban terbunuh dalam bentrokan antara pendukung dan penentang Presiden Morales diidentifikasi sebagai siswa berusia 20 tahun, Limbert Guzmán Vasquez.

Masuki Pasar 4 Kamera, Ini Penampakan & Bocoran Spesifikasi Vivo S5, Dilengkapi dengan Kamera 48 MP

Ternyata Panggilan ‘Jokowi’ Berawal dari Sini, Presiden Joko Widodo Unggah Videonya

Rocky Gerung Sebut Jokowi Sedang Bangun Dinasti Sendiri, PDI-P dan Gerindra Bakal Jadi Oposisi

Dokter mengatakan tengkorak Guzmán Vasquez retak yang mungkin disebabkan oleh alat peledak.

Dia adalah orang ketiga yang terbunuh sejak bentrokan antara kedua belah pihak meletus pada 20 Oktober.

Ketegangan memuncak sejak malam pemilihan ketika hasil penghitungan dijeda selama 24 jam.

Penangguhan tersebut memicu kecurigaan di antara para pendukung kandidat oposisi Carlos Mesa.

Mereka mencurigai adanya kecurangan, yang memungkinkan Morales, yang telah berkuasa sejak 2006 untuk memperpanjang masa pemerintahannya selama lima tahun lagi.

Hasil akhir pemilihan memberi Morales lebih dari 10 persen poin yang ia butuhkan untuk menang langsung di putaran pertama pemilihan presiden.

Artikel ini telah tayang di Intisari-online.com dengan judul Jadi Bulan-bulanan Pengunjuk Rasa, Walikota Wanita Ini Diseret, Diguyur Cat Merah hingga Rambutnya Dipotong Paksa, Sebabnya?

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved