Wawancara Eksklusif
Di Rumah Saya Anak Wali Kota, di Kantor Kita Mitra
DPRK Subulussalam kali ini dipimpin oleh sosok politisi melenial berusia 23 tahun, namanya Ade Fadly Pranata Bintang Sked
DPRK Subulussalam kali ini dipimpin oleh sosok politisi melenial berusia 23 tahun, namanya Ade Fadly Pranata Bintang Sked. Menariknya, lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala ini juga merupakan anak dari Wali Kota Subulussalam, H Affan Alfian Bintang SE.
Meski pernah bercita-cita menjadi dokter spesialis penyakit dalam, tetapi jauh di dalam hatinya, Fadly ternyata lebih menyukai dunia politik, mengikuti jejak sang ayah. Ia pun tertantang untuk ikut bertarung dalam Pemilu 2019 lalu, maju melalui Partai Hanura.
Meski keinginannya itu sempat ditentang kedua orangtuanya yang memang memimpikan dirinya menjadi dokter, tetapi karena tekadnya yang kuat, ayah dan ibunya akhirnya memberi restu. Fadly berhasil meraih suara terbanyak, 1.487 suara, dan dilantik menjadi Ketua DPRK. Praktis, kendali lembaga dewan kini ada di tangannya.
DPRK sendiri, selain memiliki fungsi legislasi dan anggaran, juga berfungsi sebagai lembaga pengawas jalannya pemerintahan. Lantas bagaimana Fadly memposisikan dirinya sebagai anggota dewan, namun di sisi lain ia juga anak dari Wali Kota Subulussalam? Berikut wawancara eksklusif Khalidin dari Serambi Indonesia dengan Ade Fadly Pranata Bintang di kediamannya, Jalan Syekh Abdurrauf, Subulussalam Utara, Selasa (29/11/2019):
Anda baru pertama sekali menjadi anggota dewan, tetapi langsung menjadi pucuk pimpinan, bagaimana Anda menghadapi rekan-rekan lain yang jauh lebih berpengalaman?
Awal saya bergabung ke dunia politik, ada satu quotes Anies Baswesdan, bunyinya ‘anak muda memang minim pengalaman, karena itu ia tak tawarkan masa lalu, anak muda menawarkan masa depan’. Kutipan ini memotivasi saya bahwa kami yang muda ini memiliki ruang di dunia politik, termasuk di Subulussalam. Benar, saya memang kurang pengalaman, tapi saya punya keinginan belajar. Saya menemui para ketua-ketua sebelum saya, seperti Bu Pianti Mala atau Hariansyah Munthe, termasuk belajar kepada ibunda saya Hj Mariani Harahap. Jadi saya mengambil ilmu dari mereka, bagaimana caranya agar dinamika di kantor dewan bisa kondusif dan juga cara menghadapi orang-orang yang lebih tua.
Memimpin lembaga dewan tentu tidak sama dengan memimpin sebuah perusahaan, karena terdapat banyak kepentingan. Bagaimana Anda menyikapi ini?
Seperti apa disampaikan Harlos, politik adalah kepentingan, kapan dan bagaimana. Jadi di DPRK ini tentang konsistensi kepentingan yang ada. Maka kalau kita bisa merangkul, berkomunikasi, itulah yang terpenting. Kemudian paling penting bagaimana setiap keputusan yang diputuskan adalah berpihak kepada kepentingan rakyat, bukan kepentingan pribadi atau kelompok.
Apa pengalaman paling menarik yang Anda rasakan selama hampir sebulan menjadi pimpinan sementara?
Semua pengalaman sejak saya dilantik menjadi anggota DPRK sekaligus ketua sementara adalah paling menarik. Karena ini pengalaman baru bagi saya sejak 23 tahun hidup di dunia ini. Semuanya pengalaman terbaik, seperti lobi-lobi politik dan maneuver sana sini, itulah yang harus saya ‘makan’ sekarang ini.
Salah satu fungsi lembaga dewan adalah melakukan pengawasan terhadap eksekutif. Bagaimana cara Anda menjalankan fungsi ini mengingat pucuk pimpinan eksekutif juga orangtua kandung Anda?
Di sini saya perlu tegaskan bahwa saya mencalonkan sebagai anggota dewan untuk mencegah perpecahan antara eksekutif dan legislatif. Kita mau ini sejalan tapi tidak mengurangi substansi untuk tetap berpihak kepada rakyat. Tegas saya nyatakan bahwa saya professional dalam melakukan fungsi pengawasan. Artinya, ketika kebijakan pemerintah tidak berpihak kepada rakyat, kami semua anggota DPRK akan menjadi oposisi. Tetapi bila kebijakan itu berpihak kepada rakyat, kami akan berkoalisi.
Urusan rumah ya di rumah, kantor ya kantor. Memang hari ini, di rumah saya sebagai anak dari bapak saya yang wali kota, tapi di kantor saya mitra kerja eksekutif. Jadi tidak mengurangi substansi dalam menjalankan fungsi pengawasan.
Selaku anggota DPRK milenial, Anda punya program apa bagi anak muda di Subulussalam?
Untuk anak muda, ada beberapa hal yang ingin saya gerakkan. Salah satunya pelatihan kepemimpinan kepada setiap organisasi pemuda atau OKP, sehingga SDM Kota Subulussalam meningkat. Selain itu, dengan kegiatan ini, para pemuda akan terhindar dari kegiatan negatif seperti penyalahgunaan narkoba.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ade-fadly-pranata-bintang-ketua-dprk-subulussalam.jpg)