Kesepakatan Forbes
Pemerintah Aceh dan Forbes Teken Kerja Sama Penguatan Otsus Aceh, Ini Poin-poin yang Disepakati
Pertemuan didahului dengan pemaparan program pengawalan Otsus Aceh oleh Plt Gubernur Aceh, dilanjutkan pemaparan oleh Ketua Forbes Nasir Djamil tetang
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Fikar W Eda I Jakarta
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Aceh dan Forum Bersama (Forbes) Anggota DPR dan DPD RI Asal Aceh menyepakati kerjasama saling mendukung pembangunan dan penguatan Otonomi Khusus (Otsus) Aceh.
Kesepakatan itu dituangkan dalam naskah perjanjian yang diteken Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah dengan Forbes Anggota DPR dan DPD RI Asal Aceh, Senin (11/11/2019) di Jakarta.
Penandatanganan dilakukan dalam satu forum pertemuan yang dihadiri seluruh anggota Forbes, pimpinan DPRA, para kepala SKPA terkait, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), Majelis Pendidikan Aceh (MPD) Majelis Adat Aceh (MAA), Badan ReintegrasinAceh (BRA) dan Forkopimda.
Hadir juga dalam pertemuan itu Sekjen DPR RI, Indra Iskandar.
Pertemuan didahului dengan pemaparan program pengawalan Otsus Aceh oleh Plt Gubernur Aceh, dilanjutkan pemaparan oleh Ketua Forbes Nasir Djamil tetang program kerja dan visi misi Forbes, serta dukungan dan komitmen Forbes terhadap Pemerintah Aceh.
• Pemerintah Aceh dan Forbes DPR-DPD RI Asal Aceh Gelar Pertemuan Tertutup di Jakarta
• Forbes Bertemu Surya Paloh, Disiapkan Kenduri Besar Rekonsiliasi di Aceh
• Kata Nasir Djamil, Forbes Bisa Bikin Film Piyoh Saingi Horas Amang
Rumusan hasil pertemuan dirangkum dalam belasan poin.
Seperti memfasilitasi penyerahan aset KEK Arun dari Kementerian Keuangan kepada Pemerintah Aceh, revisi UUPA mempermanenkan dana Otsus, membangun dan mengimplimentasikan pembangunan Aceh sesuai UUPA, mengagendakan pertemuan berkala membahas isu-isu berkembang, mengoptimalkan pemberian beasiswa, mendorong pembangunan agroindustri dan memberi perhatian dan pengelolaan secara profesional seperti nilam dan hasil bumi lainnya.
Selain itu rekomendasi penting lainnya antara lain, penuntasan pengambilalihan blok B migas Lhoksukon, dan optimalisasi peran Badan Pengelola Minyak dan Gas Aceh (BPMA) serta Badan Pengusahaan Kawasan dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS).
Poin terakhir memaksimalkan terwujudnya proyek strategis nasional (PSN).
Plt Gubernur Nova Iriansyah menyatakan sangat membutuhkan dukungan Forbes dalam upaya percepatan implementasi program otonomi khusus Aceh.
"Pertemuan ini sangat strategis, karena kita bisa bersinegri dengan anggota DPR dan DPD RI asal Aceh yang otoritasnya skala nasional. Sehingga bisa dikolaborasikan dengan otoritas yang dimiliki Pemerintah Aceh untuk memaksimalkan program otonomi khusus Aceh, guna mengurangi kemiskinan, mengurangi pengangguran dan meningkatkan pendapatan rakyat Aceh," ujar Nova Iriansyah.(*)
Ketua Forbes Nasir Djamil menilai pertemuan tersebut sangat positif dan sangat membantu.
"Kami seluruh Forbes, bukan saja yang berasal dari dapil Aceh, tapi juga yang berasal dari dapil non Aceh siap mendukung program Pemerintah Aceh terkait dengan percepatan dan pencapaian kesejahteraan masyarakat Aceh," ujar Nasir Djamil.
Sekjen DPR RI Indra Iskandar mengatakan , pertemuan tersebut adalah pertemuan penting dan pertama diselenggarakan antara Pemerintah Provinsi dengan wakil rakyat yang berasal dari daerah perwakilan dari provinsi yang sama. "Ini pertemuan luar biasa penting dan sangat produktif," ujar Sekjen DPR RI itu.
Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Pemerintah Aceh, Muhammad Iswanto, SSTP., MM., mengatakan, Plt. Gubernur Aceh sangat serius menyelenggarakan pertemuan ini. Karenanya ia sengaja membawa SKPA dan terkait untuk ikut serta. "Pertemuan ini sangat produktif sebagai ajang koordinasi yang efektif," ujarnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/forbes-666.jpg)