RSU Sahudin Plot Anggaran Rehab Ruang IGD
Ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum (RSU) Sahudin Kutacane, yang dibangun tahun 2018 hingga kemarin
KUTACANE - Ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum (RSU) Sahudin Kutacane, yang dibangun tahun 2018 hingga kemarin masih terlihat digembok dengan rantai. Hal ini karena beberapa bagian dari bangunan tersebut rusak seperti plafon yang bocor. "Bangunan sejak selesai dikerjakan tidak pernah difungsikan. Bangunan ini tidak difungsikan, karena plafonnya bocor. Kita akan fungsikan tahun 2020 dan kita juga akan membenahi fasilitas-fasilitas lainnya seperti pemasangan AC," kata Sekretaris RSU Sahudin Kutacane, Budi Afrizal SKM MKM, kepada Serambi, Minggu (10/11).
Menurut dia, bangunan itu belum pernah dipakai, tetapi plafonnya sudah bocor. Dikatakan Budi, daripada bangunan megah itu tidak difungsikan, mereka akan mengalokasikan dana untuk memberbaiki ruangan IGD RSU yang rusak tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, Tim Pansus Dapil 8 DPRA, menemukan proyek pembangunan gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Sahudin Kutacane bermasalah, sehingga sampai kini belum difungsikan.
Dinding bangunan retak-retak, plafon bocor. Bukan hanya itu, pekerjaan landscape dan drainase terkesan asal-asalan dikerjakan oleh rekanan. Temuan itu dipaparkan Ketua Tim Pansus 8 DPRA, Buhari Selian, kepada Serambi, Rabu (10/7/2019). Ketua Tim Pansus 8 DPRA, Buhari Selian, mengatakan, proyek pembangunan IGD RSU Sahudin Kutacane senilai Rp 1,2 miliar lebih dengan dana DOKA 2018 dari Dinas Kesehatan Aceh. (as)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/igd-digembok.jpg)