Jumat, 8 Mei 2026

RSU Sahudin Plot Anggaran Rehab Ruang IGD  

Ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum (RSU) Sahudin Kutacane, yang dibangun tahun 2018 hingga kemarin

Tayang:
Editor: hasyim
SERAMBINEWS.COM/ASNAWI LUWI
Ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Sahudin Kutacane, Aceh Tenggara, digembok pakai rantai. Bangunan yang dikerjakan tahun 2018 dari dana DOKA Aceh 2018 belum difungsikan kendati telah selesai. 

KUTACANE - Ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum (RSU) Sahudin Kutacane, yang dibangun tahun 2018 hingga kemarin masih terlihat digembok dengan rantai. Hal ini karena beberapa bagian dari bangunan tersebut rusak seperti  plafon yang bocor. "Bangunan sejak selesai dikerjakan tidak pernah difungsikan. Bangunan ini tidak difungsikan, karena  plafonnya bocor. Kita akan fungsikan tahun 2020 dan kita juga akan membenahi fasilitas-fasilitas lainnya seperti pemasangan AC," kata Sekretaris RSU Sahudin Kutacane, Budi Afrizal SKM MKM, kepada Serambi, Minggu (10/11).

Menurut dia, bangunan itu belum pernah dipakai, tetapi plafonnya sudah bocor. Dikatakan Budi,  daripada bangunan megah itu tidak difungsikan, mereka akan mengalokasikan dana untuk memberbaiki ruangan IGD RSU yang rusak tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, Tim Pansus Dapil 8 DPRA, menemukan proyek pembangunan gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Sahudin Kutacane bermasalah, sehingga sampai kini belum difungsikan.

Dinding bangunan retak-retak, plafon bocor. Bukan hanya itu,  pekerjaan landscape dan drainase terkesan asal-asalan dikerjakan oleh rekanan. Temuan itu dipaparkan Ketua Tim Pansus 8 DPRA, Buhari Selian, kepada Serambi, Rabu (10/7/2019).  Ketua Tim Pansus 8 DPRA, Buhari Selian, mengatakan, proyek pembangunan IGD RSU Sahudin Kutacane senilai  Rp 1,2 miliar lebih dengan dana DOKA 2018 dari Dinas Kesehatan Aceh. (as)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved