Bangkai Babi di Sungai Subulussalam

Terkait Bangkai Babi Hanyut di Sungai, Disnak Aceh Singkil: Kolera Babi tak Menular ke Manusia

Menurut drh Masruri, warga tak perlu khawatir tertular virus hog cholera (kolera babi), karena virus tersebut tidak menular kepada manusia.

Terkait Bangkai Babi Hanyut di Sungai, Disnak Aceh Singkil: Kolera Babi tak Menular ke Manusia
CAPTURE VIDEO DARI FACEBOOK YHATIE SHIBASHOP SUBULUSSALAM
Foto bangkai babi di sungai Souraya Subulussalam. 

Laporan Dede Rosadi | Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Bangkai babi ditemukan hanyut di sungi Singkil, Aceh Singkil, Kamis (14/11/2018). 

Diperkirakan jumlahnya mencapai puluhan ekor.

Hal ini berdasarkan kesaksian warga yang melihatnya di sungai.

Bangkai babi tersebut diduga hanyut dari hulu sungai Singkil di wilayah Sumatera Utara.

Babi itu diduga mati akibat terkena virus hog cholera atau kolera babi. 

Kepala Pos Kesehatan Hewan Singkil Utara, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Aceh Singkil, drh Masruri, mengatakan hog cholera tidak menular kepada manusia. 

Menurutnya, warga Aceh Singkil tak perlu khawatir tertular virus hog cholera dari bangkai babi tersebut.

"Kolera babi tidak menular ke manusia. Dari babi ke hewan lain pun belum ada ditemukan," kata Masruri didampingi Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Aceh Singkil, Kuatno.

Sementara itu, Kabid Peternakan, Hawani, mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan apakah bangkai babi yang hanyut itu benar terkena virus hog cholera atau sebab lain.

Halaman
12
Penulis: Dede Rosadi
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved