Berita Bener Meriah
Kawanan Gajah Liar kembali Rusak Rumah Warga di Pintu Rime Gayo
Sudah berlangsung delapan hari sejak tanggal 9 November hingga, Sabtu (16/11/2019), kawanan gajah liar masih berada di kawasan perkampungan warga...
Penulis: Budi Fatria | Editor: Jalimin
Kawanan Gajah Liar kembali Rusak Rumah Warga di Pintu Rime Gayo
Laporan Budi Fatria | Bener Meriah
SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Sudah berlangsung delapan hari sejak tanggal 9 November hingga, Sabtu (16/11/2019), kawanan gajah liar masih berada di kawasan perkampungan warga di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah.
Warga yang tinggal di Kampung Arul Gading, Rimba Raya, Singah Mulo dan beberapa kampung lain di kecamatan tersebut, semakin trauma dengan keberadaan hewan dilindungi itu masih berkeliaran di perkampungan.
Reje Arul Gading, Idris kepada Serambinews.com, Sabtu (16/11/2019) pagi, menyampaikan pada Jumat (15/11/2019) malam, ada dua unit rumah warga kembali dirusak kawanan gajah liar.
Rumah warga yang dirusak kawanan gajah liar itu, milik Ridwan dan M Amin yang tinggal di Dusun Transat Kampung Alur Gading, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah.
“Kedua rumah warga tersebut, hancur dirusak gajah liar,” kata Idris.
Lanjutnya, para korban kini harus mengungsi ke rumah warga lainya di kampung tersebut, karena hingga kini kawanan gajah liar masih berkeliaran di perkampungan.
• Paksa Mahasiswi Raba Kemaluannya, Oknum Abdi Dalem Keraton Yogyakarta Dipecat
• Update Skandal Perselingkuhan Perwira Polisi, Sang Wanita Diperiksa
• Ahsan/Hendra Melesat ke Final Hong Kong Open 2019 setelah Tumbangkan Ganda Putra China
“selain merusak rumah, juga banyak tanaman warga yang diubrak-abrik hewan tersebut,” ungkap Reje Arul Gading, Idris.
Ia menambahkan, meskipun sudah dilakukan penggiringan namun hewan belalai panjang itu tidak perpindah dari perkampungan warga.
Menurut Reje Arul Gading, kalau gajah diusir begitu saja akan menimbulkan konflik antar kampung, kita semua tidak ingin rumah dan taman pertanian di rusak gajah, jadi saling melindungi, hingga kawanan gajah berpindah antara kampung yang satu ke kampung yang lainnya, terus seperti itu.
“Kalau dari saya, solusinya kita jadikan gajah liar ini sebagai objek wisata, karena cukup sudah penderitaan konflik gajah dengan manusia sejak dari tahun 2012 sampai saat ini,” beber Reje Arul Gading.(*)
• Pertarungan Kobra Menewaskan Piton, Tubuh Ular Piton Ditelan Habis Oleh Raja Kobra
• Dampak Bangkai Babi Masuk Singkil, Harga Ikan Terjun Bebas
• Wakil Walikota Langsa Sebut Budaya di Aceh tak Ada yang Bertentangan Dengan Syariat Islam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/gajah-rusak-rumah-warga-pintu-rime-gayo.jpg)