5 Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Sumut, Perakit Bom Tewas Ditembak hingga Satu Polisi Terluka
Saat penangkapan terduga teroris di Hamparan Perak pada Sabtu siang itu, ada empat orang yang disergap.
SERAMBINEWS.COM - Polisi terus memburu jaringan teroris di wilayah Sumatera Utara dan sekitarnya.
Menurut Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Agus Andrianto, dua dari tiga orang yang ditangkap di Dusun I, Jalan Desa Kota Datar, Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang, adalah perakit bom bunuh diri di Mako Polrestabes Medan.
Saat penangkapan terduga teroris di Hamparan Perak pada Sabtu siang itu, ada empat orang yang disergap.
Tiga orang dilumpuhkan dan satu orang melarikan diri.
Berikut ini fakta lengkap penangkapan terduga teroris di Sumut:
1. Perakit bom tewas ditembak polisi
Agus menjelaskan, saat penangkapan terduga teroris di Hamparan Perak pada Sabtu siang, ada empat orang yang disergap.
Tiga orang dilumpuhkan dan satu orang melarikan diri.
Lalu, salah satu dari mereka ditembak di bagian dada dan paha, kemudian dua orang lainnya ditembak di bagian kaki.
Dua orang yang ditembak mati di Hamparan Perak itu adalah perakit bom bunuh diri di Mako Polrestabes Medan. Ketiga orang itu berinisial A, K dan P.
"Ya, yang dua meninggal itu, dia adalah yang merakit (bom). Perannya saling bantu membantu. Ini kan satu hari dua hari bisa menjadi pengantin. Artinya, waspadalah," kata Agus.
2. Sudah ada 18 terduga teroris yang diamankan
Menurut Agus, hingga hari ini, ada 18 orang yang diamankan di Sumut dan Aceh.
Dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan 1 senjata api dan 2 senjata tajam serta beberapa rangkaian bom yang dibuang di Sicanang, Belawan, berikut juga bahan-bahan yang siap untuk dirakit.
Agus juga membenarkan bahwa penangkapan di Aceh terkait dengan bom bunuh diri di Mako Polrestabes Medan.
Hingga saat ini, pihaknya masih terus mengejar jaringan RMN yang meledakan diri di Mapolrestabes Medan.
"Merekam menyebar di mana-mana. Memang mereka di sekitar kita. Jadi, tolong waspada. Maka kepada masyarakat, kalau ada kelompok yang eksklusif, tak mau bersosialisasi, sampaikan kepada aparat setempat," kata dia.
"Bomber" Polrestabes Medan, Polisi Temukan Pipa Bahan Kimia, Panah Beracun hingga Pengajian Eksklusif
3. Satu orang polisi terluka senjata tajam
Agus menjelaskan, dalam penangkapan itu, satu anggota polisi mengalami luka tusuk di pinggang dan paha.
Saat ini, petugas yang terluka itu dalam perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Medan dan masih dalam proses pemulihan.
Seperti diketahui, penangkapan di Sumut dilakukan di Jalan Jermal Medan (2 orang) dan Hamparan Perak, Deli Serdang (3 orang).
Pada saat penangkapan di Hamparan Perak, terjadi perlawanan dengan senjata rakitan dan senjata tajam.
"Dari tiga orang itu, 2 meninggal dunia. Satu di antaranya sudah di Mako Brimob guna pemeriksaan," kata Agus, Sabtu (16/11/2019).
4. Kesaksian warga saat polisi tangkap terduga teroris
Sardan (49), seorang saksi mata mengaku masih ingat betul kejadian pada Sabtu (16/11/2019) pukul 11.30 WIB di Hamparan Perak.
Saat itu, dia berada di rumahnya.
Dia melihat ada dua sepeda motor jenis matic yang dikendarai secara berboncengan oleh empat orang.
Dari arah belakang mereka, beberapa orang menggunakan sepeda motor seperti mereka mencegatnya.
"Berhenti kau. Gitu katanya. Rupanya salah satunya menarik pisau, disabetkan polisi itu, kena tangan kirinya," kata dia.
Seketika itu juga polisi lainnya menembak di bagian dada dan pahanya.
Dua orang lain lagi juga ditembak di bagian kakinya.
Satu orang di antara mereka melarikan diri.
5. 18 Tersangka Diduga Simpatisan ISIS
Polisi menetapkan 18 orang yang diamankan dalam kasus bom bunuh diri di Mako Polrestabes Medan sebagai tersangka.
Mereka diduga adalah simpatisan ISIS yang ingin menunjukkan eksistensinya.
"Mereka berbaiat langsung kepada ISIS. Abubakar Al Baghdadi kan meninggal. Diganti pemimpin baru. Mungkin ini adalah bagian untuk menunjukkan eksistensinya," kata Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto, kepada wartawan, di RS Bhayangkara Medan, Sabtu (16/11/2019).
Pasca-kejadian bom bunuh diri di Mako Polrestabes Medan, lanjut Agus, hingga hari ini sudah ada 3 jenazah.
Polisi menyita 1 senjata api rakitan, 2 senjata tajam, dan rangkaian bom yang dibuang di Sicanang, Belawan, berikut juga bahan-bahan yang siap untuk dirakit.
"Pengejaran masih berlanjut. Yang namanya penyelidikan akan terus berkembang," kata dia.
Pada Sabtu (16/11/2019) ini, polisi menangkap dua orang di Jermal dan tiga orang di Hamparan Perak.
Sementara itu, satu orang melarikan diri saat penangkapan di Hamparan Perak.
Dari lima orang yang ditangkap, 2 di antaranya meninggal dunia.
"Ya, yang dua meninggal itu, dia adalah yang merakit (bom). Perannya saling bantu membantu. Ini kan satu hari dua hari bisa menjadi pengantin. Artinya, waspadalah," kata dia.
• Densus 88 Tangkap 4 Orang Terduga Teroris di Aceh, Terdiri dari Tiga Laki-Laki dan Satu Perempuan
• Teror Sperma Gegerkan Tasikmalaya, Pelaku Targetkan Wajah Wanita Hingga Dilakukan di Tempat Ramai
• Hadapi Liga 3 Regional Sumatera, PSLS Lhokseumawe Boyong 16 Pemain ke Riau
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "4 Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Sumut, Perakit Bom Tewas Ditembak hingga 18 Orang Tersangka "
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ilustrasi-penangkapan-terduga-teroris-oleh-densus-88.jpg)