Minggu, 17 Mei 2026

Iran Vs Amerika Serikat

Tensi AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Meroket 8 Persen Pekan Ini

harga minyak dunia dikonfirmasi mengalami kenaikan tajam hingga di atas 3 persen pada penutupan perdagangan sesi Jumat (15/5/2026).

Tayang:
Penulis: Yeni Hardika | Editor: Agus Ramadhan
Generate by AI
ILUSTRASI KILANG MINYAK - Tensi AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Meroket 8 Persen Pekan Ini 

SERAMBINEWS.COM – Pasar energi global kembali diguncang ketidakpastian besar sepanjang pekan ini. 

Harga minyak dunia dilaporkan melonjak hingga 8 persen, setelah pernyataan konfrontatif dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Iran memupus harapan publik akan adanya kesepakatan jangka pendek untuk mengakhiri konflik serta penyitaan kapal di sekitar Selat Hormuz.

The Economic Times pada Sabtu (16/5/2026) melaporkan, harga minyak dunia dikonfirmasi mengalami kenaikan tajam hingga di atas 3 persen pada penutupan perdagangan sesi Jumat (15/5/2026).

Situasi ini dipicu oleh rapuhnya gencatan senjata dan mandeknya jalur diplomasi antara Washington dan Teheran.

Catatan Kenaikan Harga Minyak Mentah Brent dan WTI

Ketegangan geopolitik yang kembali memanas secara langsung mentransmisikan sentimen negatif ke papan perdagangan komoditas.

Baca juga: Harga Minyak Naik Usai Trump Sebut China Akan Beli Minyak Mentah AS

Dilansir dari The Economic Times, Sabtu (16/5/2026), berikut harga minyak mentah berdasarkan data akhir pekan.

  • Minyak Mentah Brent: Kontrak berjangka Brent ditutup pada level $109,26 per barel, menguat sebesar $3,54 atau sekitar 3,35 persen. Sepanjang pekan, Brent secara akumulatif melesat hingga 7,84 persen.
  • Minyak Mentah West Texas Intermediate (WTI): Minyak mentah acuan AS ini berakhir di posisi $105,42 per barel, naik signifikan sebesar $4,25 atau 4,2 persen. Dalam perhitungan mingguan, WTI mencatatkan lonjakan fantastis hingga 10,48 persen.

Pergerakan liar ini mencerminkan kecemasan para pelaku pasar yang terus memantau stabilitas pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.

Saling Intimidasi AS-Iran dan Tarik Ulur Selat Hormuz

Hambatan utama dari normalisasi harga minyak global saat ini berakar pada jalan buntu diplomasi. 

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menegaskan pada Jumat bahwa Teheran sama sekali "tidak percaya" pada komitmen Amerika Serikat

Iran hanya akan kembali ke meja runding jika Washington mampu menunjukkan keseriusan yang nyata. 

Araqchi menggarisbawahi bahwa negaranya kini berada dalam posisi siap untuk menghadapi skenario apa pun, baik konflik lanjutan maupun solusi diplomatik.

Baca juga: Trump Pertimbangkan Venezuela Jadi Negara Bagian ke-51 AS, Tergiur Cadangan Minyak Rp650 Ribu T

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan dirinya mulai kehilangan kesabaran terhadap manuver Iran

Di sela-sela akhir kunjungannya ke China, Trump mengeklaim telah mencapai kesepahaman dengan Presiden China Xi Jinping bahwa Iran tidak boleh diizinkan mengembangkan senjata nuklir dan harus segera membuka kembali Selat Hormuz.

Sebagai informasi, Selat Hormuz merupakan urat nadi energi paling vital di dunia. 

Hampir seperlima dari total pasokan minyak mentah dan gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) global mengalir melalui jalur sempit ini. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved