Sabtu, 18 April 2026

Peringatan Maulid dan Haflah Alquran di Masjid Raya, Lantunan Merdu Ayat Suci Getarkan Hati

Peringatan Maulid jangan sekadar seremonial, mempertahankan tradisi, damenghidupkan budaya, namun tanpa nilai dan hampa makna

Editor: bakri
DOK/HUMAS SETDA ACEH
Qari internasional asal Mesir, Syekh Taha Mohamed Noaman Hussein, melantunkan ayat suci Alquran saat haflah Alquran pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (15/11/2019) malam. 

Peringatan Maulid jangan sekadar seremonial, mempertahankan tradisi, damenghidupkan budaya, namun tanpa nilai dan hampa makna. Tapi, peringatan ini harus berdampak positif bagi pola pikir dan perilaku keseharian umat Islam.

Suasana di Banda Aceh pada Jumat (15/11/2019) malam, tak begitu lengang. Deru kendaraan roda empat dan roda dua memecah kesunyian Kutaraja. Dari menara Masjid Raya Baiturrahman, lafaz-lafaz shalawat bergema, sayup-sayup zikir berirama dilantunkan bergantian, dan sesekali gemuruh jamaah terdengar mengikuti, serempak dari kejauhan.

Ribuan jamaah dari berbagai kecamatan di Banda Aceh dan Aceh Besar memadati halaman Masjid Raya Baiturrahman. Sisi kanan masjid terlihat jamaah laki-laki, dan di sebelah kiri kaum hawa dengan balutan mukena berwarna putih duduk bersila sambil terus menggemakan lantunan shalawat dan zikir.

Sebuah panggung berukuran kurang lebih empat kali enam meter berdiri kokoh di halaman masjid, dilengkapi cahaya lampu dan pengeras suara yang mumpuni. Sejak shalat Magrib, jamaah sudah memadati masjid, mereka datang untuk menghadiri peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang diadakan oleh Pemerintah Aceh melalui Biro Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat (Isra) Setda Aceh.

Bukan hanya untuk mendengarkan ceramah maulid yang disampaikan oleh Ustaz Samsul Arifin Nababan Lc dari Jakarta, namun warga juga antusias menanti haflah Alquran yang menghadirkan qari internasional dari Mesir, Syeikh Taha Mohamed Noaman Hussein, serta dua qari nasional yaitu Ustaz Ahmad Ahraj Hasibuan dari Sumatera Utara, dan Ustaz Hamli Yunus SAg dari Aceh.

Kehadiran qari internasional dari Mesir, itu memang cukup dinanti-nanti oleh jamaah. Syekh yang mengenakan pakaian putih dibalut hitam dan peci berwarna merah itu menyedot perhatian jamaah saat ia naik ke atas panggung acara. Syekh Taha duduk di barisan utama berdampingan dengan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, yang mengenakan pakaian serba putih.

Peringatan Maulid di Masjid Raya diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh Ustaz Hamli Yunus. Ustaz Hamli membaca beberapa ayat dengan irama khas. Lantunan ayat suci ini membuat jamaah terdiam dan menghayati setiap ayat yang dibacakan oleh qari terbaik Aceh tersebut.

Qari internasional asal Mesir, Syekh Taha Mohamed Noaman Hussein, mendapat giliran pertama haflah Alquran setelah Ustaz Samsul Arifin Nababan Lc menyampaikan tausiahnya sekitar 30 menit. Syekh Taha duduk bersila dan memulai qiraahnya, membaca Auzubillah dan Bismillah dengan suara khas. Para jamaah, terlihat mulai sibuk merekam Syekh Taha dengan telepon pintar mereka.

Syekh Taha membaca sejumlah ayat Alquran yang menceritakan tentang sosok Rasulullah SAW. Ayat-ayat tersebut dilantunkan Syekh Taha tanpa harus melihat Alquran, Syekh menghafal ayat-ayat yang dibacanya. Sejak awal, Syeh Taha membuka dengan irama bayyati mulai dari nada rendah hingga suara lantang dan tinggi.

Jamaah benar-benar berdecak kagum, saat Syekh Taha membaca beberapa ayat dengan irama tinggi. Sayup-sayup kalimat Allah, Allah, terdengar di setiap akhir ayat yang dibacakannya. Lantunan ayat suci yang dibacakan Syekh Taha benar-benar menggetarkan hati. Bahkan sebagian jamaah menyimak bacaan melalui aplikasi Alquran di telepon pintarnya. "Masya Allah, luar biasa suara Syekh ini, iramanya sudah tinggi padahal, tapi beliau biasa-biasa saja nampaknya," kata Murdani, warga Banda Aceh yang hadir pada acara itu.

Syekh Taha tampil sekitar satu jam. Suara merdunya benar-benar 'menghipnotis' jamaah. Tak ada yang beranjak dari tempat duduk saat Syekh Taha mengumandangkan ayat-ayat suci Allah. Bahkan, Plt Gubernur Aceh beserta sejumlah pejabat lain terlihat khusyuk menyimak bacaan Syekh Taha.

Perilaku Rasulullah

Sementara itu, Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, dalam sambutannya mengatakan, Ummul Mukminin, Siti Aisyah Radhiallahu ‘Anha, mengibaratkan Nabi Muhammad SAW laksana Alquran berjalan. Artinya, seluruh pola perilaku Rasulullah sejalan atau cerminan nilai-nilai dalam Alquran.

Beranjak dari perumpanaan itu, Nova mengajak jamaah untuk menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai wahana pengkajian dan menggali keteladanan Rasulullah. Kajian tersebut, lanjut Nova, harus komprehensif, baik sisi sejarah dan nilai-nilainya, maupun misi dakwah Nabi Muhammad SAW. “Apa yang diucapkan dan dilakukan Rasulullah bukan berasal dari keinginan hawa nafsunya, melainkan bersumber dari wahyu Allah, Alquranul Karim," katanya.

Menurut Nova, peringatan maulid jangan sekadar seremonial, mempertahankan tradisi, menghidupkan budaya, namun tanpa nilai dan hampa makna. Tapi, sambungnya, peringatan ini harus berdampak positif bagi pola pikir dan perilaku keseharian umat Islam. Selanjutnya, Nova menjelaskan, perintah meneladani spirit perjuangan dan karakter Rasulullah, sudah termaktub dalam Surat Al-Ahzab ayat 21, yang artinya, "Sungguh telah ada pada diri Rasulullah suri tauladan yang baik bagimu."

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved