Berita Aceh Utara
Santri Minggat dari Dayah, Ibunya Terus-terusan Menangis
“Saya dapat informasi anak saya sudah minggat dari dayah pada Jumat (15/11/2019) pagi,” ujar Tgk Zarkasyi ayah santri tersebut
Penulis: Jafaruddin | Editor: Nur Nihayati
“Saya dapat informasi anak saya sudah minggat dari dayah pada Jumat (15/11/2019) pagi,” ujar Tgk Zarkasyi ayah santri tersebut
Laporan Jafaruddin I Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM,LHOKSEUMAWE – Muammar (15) santri asal Desa Keude Aceh Kecamatan Banda Sakti Lhokseumawe sudah empat hari tidak diketahui keberadaannya, sehingga ibunya terus-terusan menangis.
Karena itu pihak keluarga berharap, jika melihat santri tersebut supaya dapat menghubungi nomor 085260420512.
Muamar selama ini mondok di Dayah Raudhatul Mua’arif Desa Cot Trueng Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara.
“Saya dapat informasi anak saya sudah minggat dari dayah pada Jumat (15/11/2019) pagi,” ujar Tgk Zarkasyi ayah santri tersebut, kepada Serambinews.com, Minggu (17/11/2019).
• Ratusan Wanita Muda Pidie Senam Sehat di PCC, IDI : Periksa Kesehatan Gratis
• Hj Rahmani Yusuf, Sosok yang Peduli Pengembangan Majelis Taklim Hingga Tingkat Gampong
• Bulan Maulid, Harga Beli Bebek dan Ayam Naik di Pasar Cureh Bireuen, Ini Taksiran Harga dan Jenisnya
Disebutkan, saat itu dirinya dihubungi oleh seorang guru ngaji dari dayah tersebut yang akan mengisi khutbah jumat di salah satu masjid di Lhokseumawe. Guru tersebut rencananya akan mengajak Muammar untuk shalat jumat di kawasan Lhokseumawe.
“Guru tersebut menanyakan keberadaan anak saya sekaligus untuk memastikan apakah benar sudah pulang ke rumah. Saat itu saya baru tersentak, karena Muammar tidak pulang ke rumah. Sementara di dayah juga tidak ada,” ujar Tgk Zarkasyi.
Belakangan diketahui Muammar keluar dari dayah tersebut tanpa izin dengan seorang temannya yang sudah mendapatkan izin Kamis (14/11/2019) sekira pukul 09.00 WIB. Ia juga membawa sebuah tas. “Berdasarkan cerita-cerita temannya, ia ingin pergi ke Banda Aceh untuk bekerja di sebuah warung kopi,” ujar Tgk Zarkasyi.
Namun, dirinya sudah berusaha menghubungi pihak keluarga dan teman-temannya di Banda Aceh untuk membantu mencarinya, tapi belum menemukannya sampai sekarang. “Ibunya sampai sekarang terus-terusan menangis, bahkan sudah mulai sakit karena terus memikirkan Muammar,” katanya.
Ditambahkan, Muammar termasuk santri yang baik dan pendiam di dayah. Ia belum pernah melakukan hal-hal seperti ini sebelumnya. Selain itu juga tidak ada persoalan selama ini di dayah dan di rumah, sehingga pihak keluarga tidak mengetahui sebab Muamar minggat.
“Saya tidak tahu sebab kenapa dia keluar dari dayah tanpa izin. Padahal kami tiap pekan menjenguknya sekaligus untuk mengantarkan uang untuk kebutuhan perpekannya. Kami berharap kepada warga yang melihat supaya mau membantu mengabari kami,” pungkas Tgk Zarkasyi.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mummar-santri-asal-desa-keude-aceh-kecamatan-banda-sakti-lhokseumawe.jpg)