Invest in Aceh

Aceh Bentang Karpet Merah ke Investor  

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menegaskan, akan membentangkan 'karpet merah' kepada setiap investor yang ingin berinvestasi...

Aceh Bentang Karpet Merah ke Investor   
SERAMBI/M ANSHAR
Pemimpin Perusahaan Harian Serambi Indonesia, Mohd Din (kanan) menyerahkan kartu Tribun Family Card (TFC) kepada Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah di Kantor Harian Serambi Indonesia, Meunasah Manyang PA, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Senin (18/11/2019). Kartu TFC ini diberikan kepada yang berlangganan Harian Serambi Indonesia dan Harian PROHABA selama satu tahun. Pemegang kartu bisa menikmati fasilitas diskon hingga gratis di merchant Serambi Indonesia dan Tribun Grup di seluruh Indonesia. Informasi lebih lanjut silahkan akses ke http://tribunfamilycard.com atau 0811683003. 

BANDA ACEH - Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menegaskan, akan membentangkan 'karpet merah' kepada setiap investor yang ingin berinvestasi di bumi Serambi Mekkah. Pemerintah Aceh berkomitmen akan memberikan kemudahan kepada calon investor dalam hal perizinan.

Pernyataan tersebut disampaikan Nova saat bersilaturahmi bersama para pejabat di lingkungan Pemerintah Aceh ke Kantor Serambi Indonesia, Desa Meunasah Manyang Pagar Air, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Senin (18/11). "Pesan bapak Presiden secara khusus setelah menerima DIPA (2020) saat kita diajak makan selama dua jam dengan Gubernur seluruh Indonesia, pesannya, harus diberikan karpet merah buat investor. Itu kebijakan presiden dan harus saya laksanakan," kata Nova.

Hadir mendampingi Plt Gubernur, Asisten I Setda Aceh, Dr M Jafar SH MHum, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Aceh, Marwan Nusuf B HSc MA, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, dan dua Juru Bicara Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani dan Wiratmadinata.

Kedatangan rombongan disambut Pemimpin Redaksi, Zainal Arifin M Nur, GM Bisnis, Mohd Din, News Manajer, Bukhari M Ali, Manajer Online, Safriadi Syahbuddin, Print Production Manager, Jamaluddin, Manajer Eksklusif, Yocerizal, Manajer Iklan, Hari Teguh Patria, Manajer Sirkulasi, Saiful Bahri, Manajer SDMU, Erlizar Rusli, Manajer Promosi dan EO, M Jafar, dan Manajer Percetakan Umum, Firdaus.

Pesan itu, kata Nova, disampaikan secara khusus oleh Presiden Jokowi kepada Gubernur se Indonesia. Sedangkan masalah lain, lanjut Nova, seperti lingkungan dan perizinan menjadi tugasnya Gubernur. Tapi yang terpenting bagaimana pengurusan izinnya dipermudah. "Kalau istilah Pak Presiden, kalau perlu tidak ada izinlah. Tapi itu bukan arti sebenarnya, salah pula nanti, tapi begitulah kira-kira," ujar Plt Gubernur Nova sambil tertawa saat mengulangi pernyataan Presiden yang memberikan tamsilan terkait kemudahan proses izin.

Perintah Presiden tersebut disambut baik oleh Pemerintah Aceh. Apalagi saat ini angka kemiskinan dan pengangguran di Aceh masih tinggi. Karena itu, Plt Gubernur menegaskan bahwa dirinya membuka diri selebar-lebarnya untuk investor agar menanamkan investasinya di Aceh. "Yang menjadi handicap (rintangan) kita adalah tingginya kemiskinan, relatif tingginya pengangguran, maka pintu masuk saya disitu. Karena pintu masuk kita masalah ekonomi, maka saya harus buka diri selebar-lebarnya bagi investor," ujar Plt Gubernur Nova.

Dia menyatakan para investor tidak perlu khawatir dengan kondisi keamanan Aceh. Dia menyebutkan ada sudah banyak perusahaan yang sudah beroperasi di Aceh, baik di bidang pertambangan, kelistrikan, perikanan, termasuk produksi pupuk NPK oleh PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) di Aceh Utara, dan lainnya.

Dalam pertemuan itu, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah juga menyatakan Presiden berharap Gubernur se Indonesia agar mengenjot pertumbuhan ekonomi daerah di bidang ekspor dan mengembangkan produk-produk yang dapat mereduksi impor. 

"Saya membaca ini, orientasi ekspor jelas. Saya sampaikan ke presiden, kalau itu konsepnya mohon perhatian lebih besar ke Aceh," katanya. Hal itu disampaikan Nova karena Aceh berada diposisi strategis dalam proses ekspor ke berbagai negara.

"Karena kita berada di mulut Eropa, lebih strategis ke timur tengah, Asia Selatan, India, dan negara Asean. (Aceh) di mulutnya. Artinya jarak ekspornya pendek, dan kostnya akan lebih rendah dan harga kita bisa bersaing," ungkap Nova.

Terkait rencana itu, Nova meminta kepada Presiden untuk membangunkan kilang refinery (kilang minyak) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun di Lhokseumawe yang rencananya akan dibangun oleh Pertamina di Bontang, Kalimantan Timur.  

"Di satu sisi kita hargai upaya Kaltim, tapi yang pertama keunggulan kita, Kaltim 3000 km lebih jauh ke India, timur tengah, Afrika, dan eropa. Tapi kalau dari Aceh kost lebih kecil. Nah secara khusus saya minta itu ke Presiden," katanya.

Selain itu, Nova juga menyampaikan kepada Presiden agar mengizinkan Pemerintah Aceh mengambil saham Semen Indonesia yang pernah join dengan PT Samana Citra Agung (SCA), jika Semen Indonesia tidak membangun pabrik Semen Laweung.  

"Kenapa ini saya minta ke Presiden, karena informasi yang saya terima, Semen Indonesia baru berencana membangun tahun 2024. Saya pikir itu buang-buang waktu terlalu lama," ungkap dia.(mas)  

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved