Berita Aceh Singkil
Setelah Bangkai Babi Hilang, PDAM Tirta Singkil Diminta Kembali Layani Pelanggan
Kemudian air sungai berdasarkan penjelasan MPU Aceh Singkil, masih bisa digunakan bersuci.
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nur Nihayati
Kemudian air sungai berdasarkan penjelasan MPU Aceh Singkil, masih bisa digunakan bersuci.
Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Singkil, diminta kembali layani pelanggan.
Setelah sebelumnya diminta stop sementara terkait masuknya bangkai babi ke sungai Singkil.
"Sesuai arahan pimpinan PDAM Tirta Singkil, diminta kembali melayani pasokan air ke pelanggan," kata Sekda Aceh Singkil, Azmi, saat dikonfirmasi, Selasa (19/11/2019).
• Pelamar CPNS Bireuen Capai 1.253 Orang, Ini Formasi Paling Banyak Peminat
• BKSDA Mulai Halau Gajah Liar di Seumanah Jaya Aceh Timur, Ini Caranya
• PSLS Siap Tantang Kuansing Riau Petang Ini, Muklis Rasyid: Harus Menang
Pada Jumat (15/11/2019) PDAM Tirta Singkil, diminta stop pasokan air, lantaran bahan baku air berasal dari sungai Singkil, di kawasan Pea Bubung, Singkil.
Langkah itu sebagai antisipasi bila sungai tercemar bangkai babi.
Namun setelah Pemkab Aceh Singkil menggelar rapat koordinasi dengan Muspida serta dinas teknis terkait, disimpulkan bahwa virus hog cholera atau kolera babi tidak menyebar ke manusia.
Kemudian air sungai berdasarkan penjelasan MPU Aceh Singkil, masih bisa digunakan bersuci.
Dampak najis hanya berada di sekitar bangkai babi saja.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/sekda-aceh-singkil-azmi-di-singkil.jpg)