Lima Pelari Nasional Ikut Run To Care Aceh 2019, Dijamu Makan dan Istirahat di Kamar Wali Nanggroe

Nah, sekarang Wali Nanggroe tidak ada di kamar tidur. Beliau sedang tidak berkunjung ke sini. Jadi, kami siapkan kamar tidur Wali Nanggroe

Lima Pelari Nasional Ikut Run To Care Aceh 2019, Dijamu Makan dan Istirahat di Kamar Wali Nanggroe
SERAMBI/RISKI BINTANG
Bupati Aceh Jaya, T Irfan TB, melepas lima pelari Ultramarathon di pendopo Bupati setempat, Selasa (19/11/2019). 

"Nah, sekarang Wali Nanggroe tidak ada di kamar tidur. Beliau sedang tidak berkunjung ke sini. Jadi, kami siapkan kamar tidur Wali Nanggroe untuk pelari beristirahat sejenak. Pakai saja, silakan," jelas Irfan.

Senin (18/11/2019) sekitar pukul 07.00 WIB, lima pelari ultramarathon Run To Care (RTC) Aceh 2019 mulai berlari dari garis start di Meulaboh, setelah dilepas Bupati Aceh Barat, Ramli MS. Kelima pelari tersebut adalah Gatot Sudariyono, Carla Felany, Nicky Hogan, Vonny Anggraini, dan Beny Syaaf Jafar.

Pelari bakal melahap jarak sejauh 250 kilometer (Km) menuju Banda Aceh. Pelari akan menempuh jarak tersebut dalam empat etape. Setiap hari, mereka akan berlari sekitar 12 jam dengan jarak tempuh 60-65 Km per etape. Kelima pelari tersebut dijadwalkan menyentuh garis finish pada Kamis (21/11/2019) hari ini.

Run To Care adalah gerakan sosial untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian publik dalam pemenuhan hak anak melalui olahraga lari. Di mulai sejak Agustus 2016, Run To Care adalah lari amal yang mengusung konsep ultramarathon. Pada tahun 2019, kegiatan ini mengambil rute Ground Zero Aceh.

Kegiatan karikatif (bersifat memberi kasih sayang-red) itu diadakan oleh SOS Children's Villages Indonesia, lembaga swadaya masyarakat (NGO) yang berbasis di Austria. Para pelari mengusung tagline #AnakAcehHebat untuk penggalangan dana bagi anak-anak asuhan NGO yang memperjuangkan dan mengupayakan pemenuhan hak anak melalui dukungan berbagai pihak baik pemerintah, koperasi, komunitas, media, maupun individual.

Pada etape pertama, garis start ada di rumah pengasuhan SOS Children's Villages Indonesia Cabang Meulaboh di kawasan Meuriam Lapang. Para pelari kemudian bergerak menuju Kantor Bupati Aceh Barat di Jalan Gajah Mada, Meulaboh. Usai melintasi Kota Meulaboh, pelari menuju Samatiga hingga Kantor Camat Teunom, Aceh Jaya. Kantor Camat Teunom ini menjadi titik henti etape pertama tersebut. Setelah menempuh jarak sekitar 120 Km (dua etape), pada Selasa (19/11/2019), peserta tiba di Calang, Ibu Kota Aceh Jaya.

Kedatangan kelima pelari itu disambut Bupati Aceh Jaya, T Irfan TB, di pendopo setempat.

Kemudian, Bupati T Irfan TB selaku Sohibul Bait (tuan rumah) menjamu mereka dengan makan siang. "Selamat datang di Calang," sapa Irfan. Dalam sambutan singkatnya, Irfan menjelaskan tentang kabupaten yang dipimpinnya. Irfan juga mengatakan bahwa Aceh Jaya membuka diri untuk destinasi perhelatan olahraga dan pariwisata.

Secara khusus, Irfan bercerita bahwa di pendoponya ada lima kamar tidur yang khusus disediakan bagi Gubernur Aceh, Wali Nanggroe Aceh, hingga Sekda Aceh. "Bila berkunjung ke sini, mereka tidur di kamar-kamar tersebut," kata Irfan. "Nah, sekarang Wali Nanggroe tidak ada di kamar tidur. Beliau sedang tidak berkunjung ke sini. Jadi, kami siapkan kamar tidur Wali Nanggroe untuk pelari beristirahat sejenak. Pakai saja, silakan," jelas Irfan.

Tawa pun berderai menyambut ucapan Irfan. Suasana pun berubah menjadi lebih karib. Siang yang terik itu juga memberi kesan bahwa canda ria di Calang adalah bentuk keramahtamahan Aceh yang unik.

SOS Children's Village menggelar Run To Care 2019 itu untuk menggalang dana bagi anak-anak Aceh korban tsunami agar semakin berdaya seusai peristiwa haru 15 tahun lalu tersebut. "Dulu adalah masa sulit, belasan tahun suasana yang tidak nyaman akibat bencana luar biasa. Sekarang kita bantu anak-anak Aceh seusai kejadian 15 tahun berlalu," kata National Director SOS Children's Villages Indonesia, Gregor Hadi Nitihardjo, di Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Run to Care kali ini merupakan yang keempat kali setelah dilaksanaan di Cibubur-Lembang, Yogyakarta-Semarang, dan Bali dengan jarak tempuh 150 km. Namun, yang berbeda dengan Run to Care Aceh tahun ini, tak melibatkan banyak pelari, tapi hanya lima orang dengan jarak tempuh 250 Km.

Meski diikuti lima pelari nasional, panitia membuka ruang bagi individu atau komunitas lari yang ingin bergabung bersama dengan misi penggalangan dana. "Komunitas ingin support mau datang ke Aceh, kita Welcome. Kita ingin lebih banyak lagi dana yang tergalang. Kalau inisiatif individu atau kelompok kita support juga," timpal Gregor Hadi.

Adapun penggalangan dana dilakukan melalui website Runtocare.com yang mulai dibuka pada 25 September hingga 30 November dengan target Rp 500 juta. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu meningkatkan kualitas pengasuhan, pendidikan, dan kesehatan anak-anak yang berada di bawah naungan SOS Children's Villages Indonesia. "Setahun setelah tsunami, dua desa didirikan di Lamreung, Aceh Besar, dan Meulaboh, Aceh Barat, yang menjadi rumah bagi 250 anak," pungkas Gregor Hadi Nitihardjo. (kompas.com/antaranews.com/c52)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved