Festival Guel dan Panen Kopi Meriah
Puluhan penari menampilkan tarian guel kolosal pada malam pembukaan 'Festival Tarian Guel dan Fiesta Panen Kopi'
REDELONG - Puluhan penari menampilkan tarian guel kolosal pada malam pembukaan 'Festival Tarian Guel dan Fiesta Panen Kopi' di Lapangan Umah Pitu Ruang, Kampung Bale Atu, Kecamatan Bukit, Bener Meriah, Jumat (22/11) malam. Acara itu merupakan rangkaian kegiatan penutupan Gayo Alas Mountain Internasional Festival (GAMIFest).
GAMIFest yang dibuka pada 8 Agustus 2019 lalu di Kabupaten Gayo Lues, secara resmi telah ditutup di kabupaten Bener Meriah yang disemarakkan dengan berbagai aneka perlombaan dan atraksi kopi.
Bupati Bener Meriah, Tgk H Sarkawi membuka secara resmi kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Abuya Sarkawi menyampaikan bahwa tahun ini Gamifest dibuka di Gayo Lues dan ditutup di Bener Meriah. "Insyaallah tahun 2020 akan dibuka di Bener Meriah, dan akan ditutup di Kabupaten Gayo Lues," ujar Abuya Sarkawi.
Disebutkan, GAMIFest ini dikoordinir oleh kementerian Kemenko PMK bersama Pemerintah Aceh untuk kabupaten di dataran tinggi Gayo. "Kegiatan GAMIFest ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif termasuk pariwisata di kawasan dataran tinggi Gayo," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh yang diwakili Kepala Bidang Bahasa dan Seni, Suburhan menyampaikan, pengembangan dan pelestarian seni budaya penting dilakukan untuk mempertahankan identitas daerah sekaligus mencegah hilangnya kearifan lokal akibat globalisasi.
Menurutnya, budaya barat berkembang begitu cepat di semua lini kehidupan, sehingga budaya daerah menjadi dilupakan. "Globalisasi memaksa dunia untuk menjadi satu warna. Kalau saja kita tidak mengantisipasi dengan baik, budaya lokal kita akan hilang karena dianggap kuno dan ketinggalan zaman," ujar Suburhan.
Suburhan mengatakan, Aceh termasuk wilayah yang memiliki seni budaya yang sangat kaya, salah satunya tari guel yang kaya akan seni gerak. Tari guel kerap dimainkan dalam berbagai prosesi adat, di mana setiap gerakannya mengandung pesan dan nilai-nilai filosofis. "Tari guel mendapat kehormatan sebagai penutup dari seluruh rangkaian kegiatan GAMIFest," kata Suburhan.
Ia menambahkan, momen ini harus dapat dimanfaatkan untuk menunjukkan eksitensi budaya Gayo kepada masyarakat luas. "Dengan menyukseskan acara ini, kecintaan kita terhadap budaya lokal diharapkan akan lebih meningkat, meskipun kuatnya serangan globalisasi, namun seni budaya lokal Aceh tidak akan pernah punah," harapnya. (bud)