Masuk Perguruan Tinggi Wajib Miliki Akun LTMPT  

Kebijakan tentang seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia terus diperbarui dan disempurnakan

Masuk Perguruan Tinggi Wajib Miliki Akun LTMPT   
SERAMBINEWS.COM/MAWADDATUL HUSNA
Prof Dr Ir Samsul Rizal M Eng 

BANDA ACEH - Kebijakan tentang seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia terus diperbarui dan disempurnakan. Saat ini seleksi masuk dilakukan serentak melalui satu pintu oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

Lembaga ini diberi mandat oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) untuk menyelenggarakan Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) pada 11-25 Februari 2019, pendaftaran Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) pada 30 Maret-11 April 2020, dan pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) pada 2-13 Juni 2020.

Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Prof Dr Ir Samsul Rizal M Eng IPU menyampaikannya dalam konferensi pers yang berlangsung di Gedung Rektorat Unsyiah Lantai II, Senin (25/11/2019). Ia mengatakan, hal terpenting yang harus diketahui oleh calon peserta masuk PTN yaitu diterapkannya kebijakan Single Sign On (SSO) yang merupakan tahap awal dari pendaftaran SNMPTN, UTBK, dan SBMPTN 2020. Proses tersebut baru pertama kali diterapkan di seleksi masuk PTN.

"Di seleksi tahun ini, setiap peserta wajib memiliki akun LTMPT dan ini harus dimiliki setiap calon peserta untuk mendaftar," kata Samsul Rizal.

Untuk memiliki akun LTMPT, calon peserta dapat melakukan registrasi akun melalui laman https://portal.ltmpt.ac.id. Waktu untuk registrasi akun LTMPT dibagi dua, yaitu untuk Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) dan SNMPTN yang mulai dibuka pada 2 Desember 2019-7 Januari 2020, dan untuk UTBK dan SBMPTN pada 7 Februari- 5 April 2020.

Prof Samsul Rizal menambahkan, pada SNMPTN 2020, pemeringkatan siswa pada PDSS akan dilakukan oleh pihak sekolah, dengan jadwal pengisian PDSS akan dimulai 13 Januari- 6 Februari 2020. Berbeda dengan tahun lalu yang datanya diberikan ke Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDPT) Perguruan Tinggi, dan Perguruan Tinggi yang menetapkan rangking.

"Banyak pertanyaan dari siswa-siswi yang kita tidak bisa mempertanggungjawabkan bagaimana menentukan kuota, karena kita hanya bisa menerima daftar nilai dari SMA-SMA. Jadi kita ingin tahun ini supaya lebih fair dan terbuka, kepala sekolah mendaftarkan dan membuat rangking tersendiri dengan kriteria yang sudah kita berikan," jelasnya.

Ia menyebutkan, kriteria tersebut berdasarkan nilai akademik saja atau nilai akademik dan prestasi lainnya, seperti cerdas cermat atau olimpiade lainnya yang berhubungan dengan akademik. "Sehingga walaupun nilainya sama, seseorang yang mempunyai banyak prestasi rangkingnya harus lebih tinggi daripada orang yang tidak punya prestasi," ujarnya.

Sementara jumlah siswa yang masuk dalam pemeringkatan ini akan disesuaikan dengan kuota akreditasi sekolah. Bagi sekolah dengan nilai akreditasi A memiliki kuota 40 persen terbaik di sekolahnya. Akreditasi B kuota 25 persen, dan akreditasi C kuota 5 persen.

Dengan banyaknya perubahan di seleksi masuk PTN tahun 2020, Prof Samsul Rizal meminta siswa dan sekolah untuk cermat dan teliti dalam mengikuti proses seleksi, baik persyaratan maupun ketentuannya. Hal ini dilakukan untuk menghindari kekeliruan yang dapat mengakibatkan kerugian bagi siswa maupun sekolah.

"Kami meminta calon peserta dan sekolah cermat dan teliti dalam membaca pengumuman dan mengikuti alur seleksi ini," imbuhnya.

Prof Samsul Rizal berharap untuk selalu memantau dan mengikuti informasi SNMPTN, UTBK, dan SBMPTN melalui laman resmi LTMPT https://ltmpt.ac.id. Bagi yang memiliki kendala, maka dapat menghubungi helpdesk http://halo.ltmpt.ac.id atau Humas Unsyiah di nomor 08116752000.(una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved