Sabtu, 18 April 2026

Luar Negeri

Hapus Video Gadis Ini yang Kritik China atas Penanganan Muslim Uighur, TikTok Minta Maaf

TikTok menyampaikan permintaan maaf pada seorang gadis di AS setelah video kritikannya terhadap China dihapus.

Editor: Faisal Zamzami
Twitter via Sky News
Pengguna TikTok bernama Feroza Aziz ketika membagikan tutorial memanjangkan bulu mata. Namun di tengah tutorial, Feroza kemudian membahas mengenai penanganan China atas Muslim Uighur. (Twitter via Sky News) 

SERAMBINEWS.COM, BEIJING - TikTok menyampaikan permintaan maaf pada seorang gadis di AS setelah video kritikannya terhadap China dihapus.

Dalam unggahan yang dilihat hingga 1,6 juta kali itu, gadis bernama Feroza Aziz itu awalnya membahas tutorial cara memanjangkan alis mata.

Tetapi, dalam perkembangannya dia kemudian meminta netizen mencari tahu mengenai penanganan China atas Muslim Uighur dan minoritas lain di Xinjiang.

Di TikTok, Feroza menuduh Beijing sudah melemparkan etnis minoritas lainnya di kamp konsentrasi, dan menjabarkannya sebagai "Holocaust".

"Mereka melemparkan Muslim yang tak bersalah ke sana, memisahkan keluarganya, menculik, membunuh, memperkosa mereka," ujarnya.

Dia juga mengklaim Muslim di sana dipaksa untuk berpindah keyakinan. Jika tak bersedia melakukannya, mereka akan dibunuh.

"Mereka yang masuk ke sana tidak akan kembali. Ini adalah Holocaust lain, namun belum ada yang membicarakannya. Mari waspada dan sebarkan ini," tegasnya.

Feroza kemudian mengklain bahwa dirinya diblokir untuk mengunggah apa pun selama sebulan, dan menekankan videonya itu dihapus.

Setelah viral, aplikasi dengan nama lain Douyin itu membantah sudah memblokirnya, dan menyatakan videonya masih ada.

Namun pada Rabu (27/11/2019), TikTok barulah mengakui video itu dihapus sementara yang diakibatkan "kelalaian manusia'.

Perusahaan mengklaim, video Feroza sudah dipulihkan 50 menit kemudian setelah salah satu anggota senior mengidentifikasi dan mengembalikannya.

Aplikasi berbagi video itu kemudian menjelaskan, Feroza dan melanggar pedoman apa pun.

"Kami ingin minta maaf atas kesalahan tim kami," katanya dikutip AFP Kamis (28/11/2019).

Para pakar maupun aktivis HAM menyebut, ada satu juta orang baik Muslim Uighur dan etnis minoritas lain dibawa ke kamp di Xinjiang.

Feroza yang menggunakan nama akun "17 Just a Muslim" mengaku, dia tidak yakin jika akunnya tak diblokir karena unggahan tersebut.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved