Komposisi kabinet Indonesia Maju dipandang 'gemuk', Begini Jawaban Presiden
Diketahui dalam periode kedua pemerintahannya, Jokowi menambah jabatan 12 wakil menteri dan 14 Staf Khusus Presiden.
Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani
SERAMBINEWS.COM, BOGOR - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi kritik yang dialamatkan kepadanya.
Kritik itu terkait komposisi kabinet Indonesia Maju yang dipandang 'gemuk' dan tidak efektif.
Diketahui dalam periode kedua pemerintahannya, Jokowi menambah jabatan 12 wakil menteri dan 14 Staf Khusus Presiden.
Jokowi mengatakan tidak masalah banyaknya jajaran dalam kabinetnya.
Menurut Jokowi terpenting ialah semua tugas dapat diselesaikan.
• Deretan Kekacauan SEA Games Filipina 2019: Akomodasi hingga Menu Babi Tak Dipisah Dari Yang Halal
• Pendaftaran CPNS di Subulussalam Ditutup, Jumlah Pelamar Capai 5.336 Orang
• VIRAL - Video Asusila Satu Wanita Lawan Tiga Pria di Kamar Hotel Hebohkan Bali
• Mengenal Sosok Puang Busli, Sang Pendiri Masjid Megah di Tengah Hutan yang Sedang Viral
"Nggak. (harus) fungsional dan harus efektif. Ini tidak masalah banyaknya dong, pekerjaan apa yang dikerjakan," ujar Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (27/11/2019).
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta masyarakat tidak menilai banyaknya jajaran yang membantu pekerjaannya di kabinet.
Dia turut membandingkan negara-negara yang memiliki jumlah penduduk yang lebih sedikit dari Indonesia.
"Jangan menilai sesuatu dari banyaknya. Bandingkan negara-negara lain yang penduduknya lebih sedkit, organisasinya seperti apa, efektifitas seperti apa," kata dia.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Presiden Jawab Soal Kritikan Kabinet yang Gemuk
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/staf-khusus-jokowi-dari-kalangan-milenial.jpg)