Polisi Tahan Ibu Seret Anak Kandung  

NU (30) wanita asal Pidie yang videonya viral dan menggemparkan publik karena menyeret anak kandungnya di dekat rumah

Polisi Tahan Ibu Seret Anak Kandung   
Kolase Serambinews.com/video viral di media sosial
Viral video seorang ibu menyeret anak kandungnya di Gampong Pie, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh. Ia menyeret anak kandungnya yang masih berusia 3 tahun dan aksinya yang viral di media sosial dikecam netizen yang marah. 

BANDA ACEH - NU (30) wanita asal Pidie yang videonya viral dan menggemparkan publik karena menyeret anak kandungnya di dekat rumah kontrakannya di Gampong Pie, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, Sabtu (30/11), ditahan.

Tersangka NU resmi ditahan sejak Senin (2/12), di Cabang Rutan Lhoknga, Aceh Besar. Wanita itu diamankan dari rumahnya pada Minggu (1/12) dini hari. Demikian ditegaskan Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto SH, melalui Kapolsek Ulee Lheue, AKP Ismail SH, yang dihubungi Serambi, kemarin.

Dijelaskan, setelah melalui proses pemeriksaan secara maraton dan memintai keterangan saksi serta bukti-bukti, akhirnya NU ditahan. "Untuk dua anaknya, masing-masing saat anaknya yang korban serta viral dalam video itu serta satu orang anaknya yang lain yang baru berumur sekitar satu tahun dan masih menyusui dititipkan sama orang tua dan saudaranya yang berdomisili di Banda Aceh," kata Ismail.

Ia mengatakan, dari keterangan tersangka NU, wanita itu mengaku sangat menyayangi kedua anaknya. Termasuk anak perempuannya yang diseret pada saat itu. "Karena hal sepele, lantaran anaknya ini merusak tanaman cabai tetangga, sehingga ibu NU ini hilang kontrol dan melakukan tindakan terhadap anaknya di luar batas kewajaran," sebut AKP Ismail.

Seharusnya hal-hal seperti itu tidak pantas dilakukan oleh seorang ibu atau orang tua terhadap darah dagingnya atau anak tersebut berstatus anak tirinya. Karena, apapun yang dilakukan oleh orang dewasa terhadap anak-anak, sebetulnya secara tidak langsung telah menyakiti dirinya sendiri.

"Seperti kami sampaikan bahwa tindakan ibu NU ini di luar batas kontrol dan kewajaran, sehingga perbuatannya itu terekam dan viral hingga menyeretnya ke proses hukum," sebut AKP Ismail.

Sejauh ini pihaknya sudah memintai keterangan saksi-saksi, dari kepala dusun, Keuchik Gampong Pie, tetangga serta perekam video ibu tersebut. "Dari kadus dan keuchik kami ingin tahu apa itu betul masuk wilayah Gampong Pie. Karena mereka lebih tahu. Lalu, kita ingin tahu apa selama 3 bulan ibu NU tinggal di sana pernah melaporkan, ternyata pernah," sebut Kapolsek Ulee Lheue ini.

Lalu dari tetangga dimintai keterangan seputar apa pernah melihat atau melihat langsung pelaku NU menyiksa anaknya sebelum-sebelumnya. Kemudian dari perekam pertama dimintai keterangannya seputar dirinya mereka video tersebut.

"Dari keterangan perek video pertama itu, sehingga video tersebut viral, mengaku dia sudah kerap melihat NU memperlakukan anaknya di luar kewajaran. Hari itu, sebetulnya dia juga enggak tega mem-viralkan. Tapi, tindakan itu sudah beberapa kali dilakukan oleh ibu itu terhadap anaknya," pungkas AKP Ismail.

Viralnya video NU menyeret anaknya yang masih berusia sekitar 3 tahun menggemparkan publik Aceh, sejak Minggu (30/11). Ternyata, Polisi sudah bergerak cepat dan mengamankan ibu NU, di rumahnya di Gampong Pie, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, pasca-viralnya video berdurasi sekitar 37 detik tersebut pada Sabtu (30/11).

Di dalam video tersebut, ibu NU menyeret anaknya ke tanah, dengan posisi kaki kiri dipegangi, sementara kepala dan bagian punggung bocah kecil tersebut menyentuh tanah. Meski suara tangisan terus terdengar, tapi NU yang telah dikuasai emosi itu tak memperdulikan suara tangisan itu.

Di dalam video itu, pelaku NU menyeret anak kandungnya tersebut layaknya sebuah boneka. Begitu tiba di depan rumah, bocah perempuan malang itu langsung dihempas. Bahkan tidak cukup disitu, ibu NU juga membawa anaknya ke sebuah sumur di sekitar tempat tinggal mereka. Sambil menunjukkan ke dalam sumur tersebut, terlihat anak tak berdosa ini meronta-ronta ketakutan. Hingga akhirnya video itu viral melalui media sosial.(mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved