Proyek Telur di Aceh Makan Korban, 2 Pejabat Dinas Peternakan Jadi Tersangka, Negara Rugi Rp 2,6 M

Penyidik Polresta Banda Aceh menetapkan dua pejabat di lingkungan Dinas Peternakan Aceh sebagai tersangka

Proyek Telur di Aceh Makan Korban, 2 Pejabat Dinas Peternakan Jadi Tersangka, Negara Rugi Rp 2,6 M
SERAMBITV.COM
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Proyek telur di Dinas Peternakan Aceh makan korban.

Penyidik Polresta Banda Aceh menetapkan dua pejabat di lingkungan Dinas Peternakan Aceh sebagai tersangka.

Keduanya terjerat dalam kasus tindak pidana korupsi pengelolaan hasil produktif UPTD Balai Ternak Non Ruminansia (BTNR) Dinas Peternakan Aceh di Aceh Besar tahun 2016-2018 sebesar Rp 13 miliar.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto yang dikonfirmasi Serambinews.com, Selasa (3/12/2019) menyebutkan.

Kedua tersangka adalah RH selaku Kepala UPTD BTRN dan MN mantan pembantu bendahara.

VIDEO VIRAL - Pengakuan Ibu Tega Seret Anaknya di Banda Aceh, Berawal dari Tanaman Cabe

"Telah terjadi dugaan tindak pidana korupsi pada pengelolaan hasil produksi UPTD BTNR Dinas Peternakan Aceh tahun 2016 sampai 2018 sebesar Rp 13.306.031.081," jelas Kombes Trisno dalam kronologi tertulis kepada Serambinews.com, Selasa (3/12/2019) malam.

Kapolresta menjelaskan, kasus tersebut berawal dari aduan masyarakat pada tanggal 1 Agustus 2018 dan laporan Informasi nomor : R/LI-04/IX/2018, tanggal 1 September 2018.

TA Khalid Terima Kunjungan Ketua Umum BMU Abiya Jeunieb yang Sedang Safari Dakwah di Jakarta

Kasus dugaan rasuah tersebut kemudian menjadi laporan polisi dengan nomor : LP/154/VI/RES.3.3./2019/sat Reksrim, tanggal 24 Juni 2019.

Menurut Kapolresta, di kantor UPTD BTNR Dinas Peternakan Aceh yang beralamat si gampong Lamcot Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

Setiap penjualan hasil produksi UPTD BTNR berupa telur tidak dicatat pada buku kas umum (BKU).

Vietnam Tumbangkan Singapura di SEA Games 2019, Persaingan Grup B Masih Sengit

"Uang hasil penjualan telur pada UPTD BTNR digunakan langsung oleh tersangka RH selaku kepala UPTD BTNR dan tersangka MN selaku pembantu bendahara penerimaan.

Baik untuk kepentingan pribadinya maupun untuk biaya operasional UPTD BTNR tanpa disetorkan ke dalam kas daerah terlebih dahulu," kata Trisno.

Menurut Trsino, akibat perbuatan yang dilakukan kedua tersangka, negara mengalami kerugian sebesar Rp 2.607.193.481,00.

"Kerugian keuangan tersebut berdasarkan hasil laporan audit perhitungan kerugian keuangan negara (PKKN) yang dilakukan oleh auditor BPKP perwakilan Aceh," pungkas Kombes Pol Trisno Riyanto. (*)

Ketika Wanita Yazidi Jumpa Anggota ISIS yang Perkosanya Dulu, Ashwaq:Kau Telah Menghancurkan Hidupku

Penulis: Subur Dani
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved