Minggu, 26 April 2026

Berita Langsa

Boat Dihantam Ombak Besar, Dua Nelayan Langsa yang Nyaris Tenggelam Diselamatkan Temannya

Tapi, sebut nelayan ini, karena ombak besar dan angin masih kencang, temannya sesama nelayan itu harus memutar-memutar terlebih dahulu. Mereka tidak b

Penulis: Zubir | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ ZUBIR
Kadisos Langsa, Armia SP, Kapolsek Langsa Barat, Ipda Mulilyadi SE, menyerahkan bantuan kepada Alfian, nelayan Suriget yang nyaris tenggelam akibat boatnya terbalik dihantam ombak besar. 

Tapi, sebut nelayan ini, karena ombak besar dan angin masih kencang, temannya sesama nelayan itu harus memutar-memutar terlebih dahulu. Mereka tidak bisa langsung menjangkau posisi Alfian dan Arif Fadilah. Sekitar 30 menit, barulah nelayan itu berhasil diselamatkan temannya. Namun, boat milik Alfian sebagai alat untuk mencari nafkah keluarganya, tidak bisa diselamatkan.

Laporan Zubir | Langsa

SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Dua nelayan jaring ikan Gampong Seuriget, Kecamatan Langsa Barat,
Alfian (37) dan Rizal Maulana (18), nyaris tenggelam.

Peristiwa itu karena boatnya terbalik dihantam ombak besar, Rabu (4/12/2019) sore.

Kedunya berhasil diselamatkan nelayan lainnya, di perairan Langsa sekitar Pulau Teulaga Tujoh.

Sekitar 3 Km dari Pulai Pusong Gampong Teulaga Tujoh, Kecamatan Langsa Barat.

Pascakejadian itu, Alfian, mengalami luka di bagian kaki kanannya.

Akibat terkena baling-baling boat jaring ikan jenis 20 PK milik mereka.

Setelah Ahok Jadi Komut Pertamina, Susi Pudjiastuti Dikabarkan Jadi Bos BUMN, Ini Kata Erick Thohir

Alfian yang ditemui di rumahnya, kepada Serambinews.com, Kamis (5/12/2019), menceritakan, seperti biasanya dia bersama Arif Fadilah masih lajang, pergi melaut bersama dengan nelayan daerah ini lainnya.

"Pagi Rabu itu, cuaca terlihat bagus, makanya kami berangkat dari Seuriget menuju ke laut sekitaran Pulau Pusong atau 3 jam perjalanan," sebutnya.

Kemudian tambahnya, tiba waktu sudah menjelang sore.

Mereka menyudahi menjaring ikan dan bergegas kembali dengan membawa hasil ikan jaring.

Saat di kawasan laut, persisnya di muara Pulau Pusong, tiba-tiba angin kencang dan ombak besar langsung menghantam boat berukuran 2 orang milik Alfian ini.

Akibatnya, boat itu tenggelam.

HIV/AIDS Ancaman Serius Bagi Aceh  

Mereka berusaha menyelamatkan diri dan memegang pecahan fiber tong ikan yang pecah.

Dengan kondisi ombak saat itu hampir semeter tingginya.

Tak jauh dari arah belakang mereka atau jarak sekitar 300 meter, ada beberapa nelayan lain.

Nelayan-nelayan itu juga bersamaan sedang mengarah untuk pulang.

Temannya yang mengetahui boat ditumpangi Alfian terbalik, karena sudah tak nampak lagi di permukaan air laut.

Ia mencoba mendekat ke posisi Alfian dan Arif Fadilah.

"Tahu kami terbalik, teman kami yang berjarak sekitar 300 meter langsung mendekat untuk membantu menyelamatkan kami," ujarnya.

BPKK Pidie Jaya Tuntas Salur Dana Desa, Sempat Tunda karena Gampong Tak Lampir Bukti Bayar PJU

Tapi, sebut nelayan ini, karena ombak besar dan angin masih kencang, temannya sesama nelayan itu harus memutar-memutar terlebih dahulu.

Mereka tidak bisa langsung menjangkau posisi Alfian dan Arif Fadilah.

Sekitar 30 menit, barulah nelayan itu berhasil diselamatkan temannya.

Namun, boat milik Alfian sebagai alat untuk mencari nafkah keluarganya, tidak bisa diselamatkan.

Boat itu hilang tenggelam di laut sekitar Pulau Pusong tersebut.

"Saat boat saya sore itu tenggelam dihantam ombak besar secara tiba-tiba, mungkin kaki saya ini terkena baling-baling mesin, sehingga mengalami luka sobek," imbuh Alfian. (*)

Dipanggil Tak Menjawab, Seorang Ibu Temukan Putranya Meninggal Saat Main Ponsel Sedang Dicas

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved