Breaking News
Rabu, 8 April 2026

Jalan ke Singkil Terendam 40 Cm, Kendaraan Masih Bisa Melintas

Banjir yang merendam badan jalan menuju ke Singkil, ibu kota Kabupaten Aceh Singkil di kawasan Desa Ujung Bawang makin meninggi

Editor: bakri
SERAMBI/DEDE ROSADI
Banjir yang merendam badan jalan menuju Singkil, ibu kota Aceh Singkil di Desa Ujung Bawang, bertambah dalam, Jumat (6/12/2019). 

SINGKIL - Banjir yang merendam badan jalan menuju ke Singkil, ibu kota Kabupaten Aceh Singkil di kawasan Desa Ujung Bawang makin meninggi pada Jumat (6/12/2019) sore. Selain ketinggian air bertambah, badan jalan yang terendam banjir juga kian panjang.

Pantauan Serambi, ada tiga titik badan jalan menuju ke Singkil yang terendam banjir. Semua titik itu juga berada dalam kawasan Desa Ujung Bawang. Titik pertama berada di depan perumahan Rekompak, di mana badan jalan yang terendam mencapai 100 meter dengan ketinggian air sekitar 40 centimeter (cm).

Kemudian jalan di dekat persimpangan Desa Ujung Bawang dengan Desa Pea Bumbung juga terendam. Bahkan, di sana aliran airnya cukup deras dengan ketinggian banjir lebih dari 40 centimeter. Satu titik lagi adalah di depan Balai Desa Ujung Bawang. Di tempat itu, genangan banjir di badan jalan sekitar 30 centimeter.

"Banjir bertambah dalam di badan jalan dan jalan yang terendam juga semakin panjang," kata Ishar, pengendara yang melintas di lokasi banjir kepada Serambi, Jumat kemarin. Meski begitu, ujar Ishar, kendaraan tetap masih dapat melintas, meski harus hati-hati. Terlebih saat melintasi lokasi banjir dekat persimpangan Desa Pea Bumbung, karena di tempat itu ada lubang menganga di badan jalan, namun tak kelihatan lantaran tergenang banjir.

Selain badan jalan, rumah penduduk yang direndam banjir juga bertambah. Berdasarkan catatan, ada enam desa yang terendam, masing-masing Desa Pemuka, sebagian Desa Selok Aceh, Ujung Bawang, dan Pea Bumbung, serta Desa Rantau Gedang dan Teluk Rumbia. Di Aceh Singkil sendiri, sepanjang Jumat siang kemarin, tak turun hujan. Ironisnya, kondisi ini tak membuat banjir surut, justru bertambah tinggi. Diduga itu akibat tibanya air kiriman dari daerah hulu sungai. Warga berharap Pemkab Aceh Singkil bisa segera menyediakan dapur umum, mengingat tidak semua korban banjir dapat memasak.

Sementara itu, banjir yang merendam Singkil, ibu kota Kabupaten Aceh Singkil mengakibatkan ribuan warga di kawasan itu terkena dampaknya. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Singkil, banjir berdampak terhadap ribuan penduduk di 16 desa dalam Kecamatan Singkil.

Rinciannya, di Desa Teluk Rumbia ada 1.125 jiwa yang terdampak, Rantau Gedang 818 jiwa, Kilangan 1.950 jiwa, Pulo Sarok 1.829 jiwa, dan Desa Ujung Bawang 1.125 jiwa. Lalu, korban terdampak banjir lainnya di di Desa Selok Aceh 720 jiwa, Siti Ambia 2.082 jiwa, Kuta Simboling 396 jiwa, Pea Bumbung 678 jiwa, dan Pasar 1.827 jiwa.

Seterusnya, Desa Suka Makmur 864 jiwa, Ujung 2.700 jiwa, Teluk Ambun 1.011 jiwa, Takal Pasir 912 jiwa, Suka Damai 983 jiwa, dan Desa Pemuka 540 jiwa. "Jumlah desa dan KK serta jiwa yang terdampak di Kecamatan Singkil adalah 16 desa, 4.464 KK, dan 19.560 jiwa," kata Kepala BPBD Aceh Singkil, Mohd Ichsan kepada Serambi (6/12/2019).(de)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved