Bocah PAUD Hilang 2 Pekan, Akhirnya Yusuf Achmad Ghazali Ditemukan Tewas Tanpa Kepala dan Kaki Putus

Sebagai informasi, sebelum hilang, Yusuf sedang bermain bersama 6 bocah lainnya di dalam ruangan kelas ditemani pengajar PAUD Jannatul Athfaal.

Editor: Faisal Zamzami
KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATON
Keluarga Yusuf saat berada di ruang jenazah di RSUD Abdul Wahab Syaharie, Minggu (8/12/2018) malam. (KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATON) 

"Hilangnya kepala anak ini menggugurkan asumsi bahwa anak ini jatuh ke dalam parit dan terbawa arus banjir," ungkap Lukman, di ruang jenazah RSUD Abdul Wahab Syaharie, Minggu (8/12/2019) malam.

Selain itu, kata Lukman, kejanggalan lain, lokasi kehilangan balita dan lokasi penemuan sangat jauh berbeda.

Bahkan, tak ada saluran parit yang menghubungkan dua lokasi ini secara langsung.

Karena itu, ia tidak menyakini ponakannya hanya jatuh terpeleset ke parit dan terbawa arus banjir.

Diketahui, lokasi Yusuf hilang di PAUD Jannatul Athfaal berada Jalan Wahab Syaharie dan ditemukan di Jalan Pengeran Antasari II, Kelurahan Teluk Lerong Ilir, Samarinda.

Jarak kedua lokasi kurang lebih 3,9 kilometer.

"Itu jauh yah. Ini analisa kami orang awam. Kalau keponakan kami jatuh ke parit enggak mungkin sampai ke sana (titik penemuan)," ujar dia.

Karena itu pihak keluarga menduga anak tersebut di culik.

Bahkan, keluarga menduga ada perdagangan organ tubuh manusia.

"Semua kemungkinan ada. Silahkan pihak kepolisian mendalami," kata Lukman.

Ibunda Yusuf, Melisari menangis saat mengetahui jasad balita yang ditemukan warga di parit adalah anaknya. Tampak hadir keluarga Yusuf di kamar jenazah RSUD Abdul Wahab Syaharie, Minggu (8/12/2019) malam.(KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATON)
Ibunda Yusuf, Melisari menangis saat mengetahui jasad balita yang ditemukan warga di parit adalah anaknya. Tampak hadir keluarga Yusuf di kamar jenazah RSUD Abdul Wahab Syaharie, Minggu (8/12/2019) malam.(KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATON) 

Meski demikian, polisi enggan buru-buru menyimpulkan penemuan jasad tanpa kepala tersebut adalah korban kejahatan.

Karena, kesimpulan harus didasari pada bukti-bukti autentik.

Sejauh ini pihaknya masih melakukan penyelidikan jasad tersebut benar Yusuf atau bukan.

"Sampai ke sana (tindak kejahatan) kami belum. Kami masih fokus jasad anak ini atas nama Yusuf atau bukan".

"Hasil identifikasi pakaian yang digunakan saat hilang, kesimpulan sementara Yusuf," kata Kasat Reskrim Polresta Samarinda, AKP Damus Asa.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved