Jumat, 8 Mei 2026

Luar Negeri

Sebelum Serang Pangkalan AL Amerika dan Tewaskan 3 Orang, Tentara Arab Saudi Nonton Video Penembakan

Pelaku penembakan pangkalan AL AS Pensacola di Florida, AS, disebut menonton video penembakan massal sebelum penyerangan.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
ABC News via ABC11
Gambar yang dirilis ABC News via ABC11 memperlihatkan foto yang diduga Mohammed al-Shamrani, tentara Arab Saudi yang diduga sebagai pelaku penembakan pangkalan AL AS Pensacola yang menewaskan tiga orang dan melukai delapan lainnya pada Jumat (6/12/2019).(ABC News via ABC11) 

SERAMBINEWS.COM, MIAMI - Pelaku penembakan pangkalan AL AS Pensacola di Florida, Amerika Serikat, disebut menonton video penembakan massal sebelum penyerangan.

Mohammed al-Shamrani membunuh tiga orang dan melukai delapan lainnya ketika menyerang menggunakan pistol Glock 9mm Jumat (6/12/2019).

Berdasarkan informasi yang didapatkan, dia disebut sebagai tentara Arab Saudi yang tengah menimba ilmu di pangkalan AL AS Pensacola.

Pensacola Dia ditembak mati oleh aparat penegak hukum yang merespons penembakan, sebelum pukul 07.00 waktu setempat.

Seorang sumber internal AL AS mengungkapkan, Shamrani menonton video penembakan massal dalam jamuan makan malam beberapa hari sebelum serangan, dikutip Sky News Minggu (8/12/2019).

Selain itu, diketahui tentara Arab Saudi berusia 21 tahun itu disebut menunggah pesan yang menyebut AS sebagai "negara Iblis".

"Saya melawan kejahatan, dan AS sudah sepenuhnya menjadi negara Iblis," tulis Shamrani dalam manifesto yang diunggah di Twitter.

Dia mengatakan dikutip Grup Intelijen SITE, dia tidak membenci AS karena negaranya atau karena praktik kebebasan yang mereka jalankan.

"Saya membenci kalian karena setiap hari, kalian mendukung, mendanai, dan menyokong kejahatan tak hanya terhadap Muslim, tapi juga kemanusiaan," ungkap SITE.

Perwira berpangkat Letnan Dua itu disebut mempelajari teknik dasar penerbangan, pelatihan pilot, hingga bahasa Inggris hingga Agustus 2020.

Buntut insiden tersebut, otoritas militer AS menyatakan mereka menahan setidaknya 10 siswa Saudi pada Sabtu (7/12/2019).

Pangkalan Pensacola merilis identitas ketiga korban tewas, dan memuji atas keberanian serta pengorbanan mereka menghadapi Shamrani.

Joshua Watson memimpin otoritas penegak hukum yang merespons laporan penembakan beberapa menit sebelum dia terbunuh.

Saudaranya, Adam, menulis bahwa Joshua lulus dari Akademi AL AS, dan hendak meniti karir sebagai pilot sebelum insiden itu terjadi.

"Setelah tertembak beberapa kali, dia berhasil keluar dan memberi tahu otoritas detil yang terjadi. Dia mati sebagai pahlawa," ucap Adam.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved