Berita Aceh Tamiang
Kadisdikbud Aceh Tamiang Zulkarnain Putra Minta Guru 3T tak Minder dan Harus Tingkatkan Kompetensi
"Ibarat tombak, guru 3T ini bagian yang runcingnya. Jadi memang sangat diandalkan," kata Zulkarnain.
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Mursal Ismail
"Ibarat tombak, guru 3T ini bagian yang runcingnya. Jadi memang sangat diandalkan," kata Zulkarnain.
Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Aceh Tamiang, Zulkarnain Putra, meminta guru di sekolah daerah terpencil, tertinggal dan terdalam (3T) tak minder.
Mereka harus terus meningkatkan kompetensi.
Mutu tenaga didik yang mengabdikan diri di pelosok harus tetap terjaga karena merupakan ujung tombak mencerdaskan anak bangsa.
Kadisdikbud Aceh Tamiang, Zulkarnain Putra, menyampaikan hal ini di hadapan puluhan guru 3T di Aula Disdikbud Aceh Tamiang, Kamis (12/12/2019).
"Ibarat tombak, guru 3T ini bagian yang runcingnya. Jadi memang sangat diandalkan," kata Zulkarnain.
Zulkarnain mengatakan sengaja menyampaikan hal ini karena menilai guru 3T ini tidak siap bersaing dengan guru yang mengajar di kota.
• Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah: Sertifikasi Halal Penting untuk Mendukung Program Wisata Halal
• Kasus OTT di Aceh Barat, Tiga Aparat Desa Lolos dari Jeratan Hukum
• Pernikahan Cut Tari & Richard Kevin Digelar Tertutup, Rumahnya Dijaga Ketat oleh Petugas
Rasa minder ini menyebabkan guru di pedalaman tidak berniat meningkatkan kompetensinya.
"Walaupun tempat bekerja kita daerah tertinggal, terpencil dan terdalam, mutu pendidikan kita tidak boleh terpencil. Di manapun mutu harus tetap sama," kata Zulkarnain.
Untuk memancing motivasi guru 3T meningkatkan mutunya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang memberikan apresiasi terhadap sepuluh guru.
Para guru ini dianggap telah berdedikasi sangat baik di sembilan sekolah yang masuk kawasan 3T.
Sekolah ini terdiri atas enam SD, yakni SDN Balingkarang, SDN Sekumur, SDN Batubedulang, SDN Kualapenaga, SDN Pusungkapal, SDN Sulum.
Sedangkan empat guru 3T lainnya mengajar di tiga SMP, yakni di SMPN 7 Karangbaru (Sulum), SMPN 6 Bendahara, dan SMPN 7 Tamiang Hulu.
"Saya tegaskan seluruh guru di 3T sudah sangat baik dalam bertugas, dan ini sebagai awal ada sepuluh yang terbaik dan layak mendapat apresiasi," bebernya.
Dia menambahkan apresiasi ini sebagai stimulan, agar ke depannya guru 3T mau meningkatkan kompetensi.
"Dana ada tersedia, dana ini juga wajib sebagiannya digunakan untuk pengembangan potensi diri, misalnya beli buku, laptop atau modem internet," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/guru-3t-di-aceh-tamiang.jpg)