Berita Bireuen

Luas Tanam Padi Rendengan Bireuen Capai 6 Ribu Hektar Lebih, Ini Targetnya

“Secara umum jadwal tanam serentak berlangsung menyeluruh, namun ada daerah tertentu yang sedikit molor karena berbagai sebab,” ujarnya.

Luas Tanam Padi Rendengan Bireuen Capai 6 Ribu Hektar Lebih, Ini Targetnya
For serambinews.com
Kepala Dinas Pertanian Bireuen, M Nasir SP MSM

“Secara umum jadwal tanam serentak berlangsung menyeluruh, namun ada daerah tertentu yang sedikit molor karena berbagai sebab,” ujarnya.


Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Luas tanam padi musim tanam rendengan tahun 2019
hingga minggu pertama Desember sudah mencapai 6.000 hektar lebih dari
target sasaran tanam seluas 21.595 hektar seluruh Bireuen tahun ini.
Diperkirakan akhir Desember target tanam serentak sebagaimana  jadwal
tanam  yang ditetapkan beberapa waktu lalu  akan tercapai .

Informasi capaian luas tanam padi disampaikan Kadis Pertanian Bireuen,
M Nasir SP MSM yang didampingi Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura,
ir Mutia serta koordinator mantri tani Anidar SPt, Kamis (12/12/2019).

Kisah Pilu Kakek Iwan di Simeulue, 9 Tahun Menumpang Hingga Berakhir Dapat Bantuan Rumah

RSUD Bireuen Sudah Miliki 51 Dokter Spesialis, Ini Bidangnya

BWF World Tour Finals 2019 - Praveen/Melati Gugur, Tapi Bisa Bantu Hafiz/Gloria Lolos ke Semifinal

M Nasir menambahkan, laporan mantri tani terkait kondisi di lapangan
jadwal pengelohan tanah, jadwal tanam padi bergeser sedikit dari
jadwal yang ditetapkan berrsama waktu itu karena berbagai sebab.
“Secara umum jadwal tanam serentak berlangsung menyeluruh, namun ada
daerah tertentu yang sedikit molor karena berbagai sebab,” ujarnya.

Koordinator mantri tani  Anidar SPt, menambahkan,  terjadinya
pergeseran jadwal taman karena ada beberapa kendala yang dihadapi para
petani diantaranya persiapan mengolah lahan yang sedikit terlambat.
Walaupun demikian katanya, sasaran luas tanam musim rendengan seluas
21.595 hektar berdasarkan laporan dari lapangan sudah tercapai 6.377
hektar.  "Saat ini hampir seluruh kawasan sudah mengolah lahan dan
sudah menabur benih," ujarnya

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, adapun jadwal turun sawah
ditetapkan mulai kenduri blang/gotong royong  dan pembersihan lahan
disesuaikan dengan keadaan setempat. Kemudian,   pembukaan pintu air
dimulai 21 Oktober 2019.

Selanjutnya, pengolahan tanah 1 -15 Nopember dilanjutkan dengan semai
benih 16-30 Nopember, masa tanam  mulai tanggal 1-23 Desember,
terakhir  penutupan pintu air berkisar pertengahan Maret 2020, panen
diperkirakan akhir Maret 2020. (*)

Penulis: Yusmandin Idris
Editor: Nur Nihayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved