Suara Parlemen
Anwar Idris Dukung Langkah Presiden Kurangi Impor Migas
Anggota Komisi VII DPR RI asal Aceh H. Anwar Idris menyatakan, mendukung langkah Presiden Joko Widodo mengurangi impor minyak dan gas.
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Yusmadi
Laporan Fikar W Eda | Jakarta
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA -- Anggota Komisi VII DPR RI asal Aceh H. Anwar Idris menyatakan, mendukung langkah Presiden Joko Widodo mengurangi impor minyak dan gas.
"Impor minyak dan gas yang mencapai 800 ribu barel sudah tidak bisa ditolerir lagi. Oleh karena itu kami mendukung langkah Presiden Joko Widodo untuk mengurangi jumlah impor tersebut secara siginifikan," tukas Anwar Idris di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/12/2019).
Politisi PPP ini menyadari, memang tidak mudah mengurangi jumlah impor migas, karena akan berhadapan dengan mafia impor.
"Namun sebagai negara, Indonesia tidak boleh kalah dengan mafia impor migas tersebut," ujar Anwar Idris.
Ia mengataan, mengurangi impor migas akan memperbaiki kinerja neraca perdagangan Indonesia, hal ini juga akan berdampak pada perbaikan ekonomi Indonesia.
• Ikan Gagal Ekspor Capai 50 Ton, Bau Busuknya Bikin Warga Pusing dan Mual
• Kalahkan PSBL Langsa 3-0, Persidi Idi Juara Grup B, Akan Lawan Karo United di Babak 16 Besar Liga 3
• Bank Aceh Syariah Calang akan Tantang Legends Aceh Besar Pada Selasa Malam
Khususnya meningkatkan perekonomian masyarakat kecil.
"Pengurangan impor migas ini juga perlu dibarengi dengan solusi konkrit dari Pemerintah. Diantaranya perlu serius dan menunjukkan langkah-langkah nyata pada penguatan hilirisasi dengan pembangunan kilang minyak dalam negeri. Program ini sudah seharusnya segera terealisasi," lanjut Anwar Idris.
Selain itu, Pemerintah perlu meningkatkan industri biodesel, khususnya yang berbahan kelapa sawit.
"Pemerintah bisa mensubstitusi penggunaan migas dengan biodesel dan segera menerapkan aturan penggunaan B20, B30, bahkan hingga B100. Substitusi ini selain mengurangi pada ketergantungan impor, juga menggerakkan industri dalam negeri dimana Indonesia punya potensi biodesel yang sangat besar," demikian Anwar Idris. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/drs-h-anwar-idris.jpg)