Konflik Libya
Pemerintah Libya yang Diakui PBB Bantah Tripoli Jatuh ke Tangan Pasukan Khalifa Haftar
Pada awal April, Haftar meluncurkan kampanye luas untuk mengambil alih Tripoli, di mana Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui PBB berada.
Penulis: Zainal Arifin M Nur | Editor: Zaenal
Menurut pernyataan itu, perdana menteri Libya memberi pengarahan kepada penguasa negara Teluk itu tentang perkembangan terbaru di Libya dan serangan terhadap ibu kota Tripoli oleh pasukan yang selaras dengan komandan yang berbasis di Libya Timur, Khalifa Haftar.
• Rudal AS dan Peluru Artileri China Ditemukan di Libya, Digunakan Tentara yang Ingin Rebut Tripoli
• Putra Kedua Muammar Gaddafi Siap Maju dalam Pemilihan Presiden Libya 2018
Sarraj juga mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Qatar Abdullah Al Thani di mana kedua pihak sepakat untuk meningkatkan kerja sama mereka di bidang ekonomi dan keamanan.
Pada bulan April, pasukan Haftar meluncurkan kampanye militer untuk merebut Tripoli dari GNA, tetapi sejauh ini gagal mencapai kemajuan di luar pinggiran kota.
Menurut data PBB, lebih dari 1.000 orang telah tewas sejak awal operasi dan lebih dari 5.000 terluka.
Sejak penggulingan almarhum pemimpin Muammar Gaddafi pada 2011, dua kursi kekuasaan telah muncul di Libya: satu di Libya timur didukung terutama oleh Mesir dan Uni Emirat Arab dan lainnya di Tripoli, yang mendapatkan pengakuan PBB dan internasional.(Anadolu Agency)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bandara-internasional-mitiga.jpg)