Anggota DPRA Asrizal H Asnawi Umrahkan Guru Terpencil

Marlia adalah guru pertama yang ikut berjuang dalam proses KBM di SMPN 6 Bendahara

Editor: IKL
For Serambinews.com
Anggota DPR Aceh, Asrizal H Asnawi foto bersama Ketua PGRI Aceh Tamiang Rudiardi dan para guru yang mengabdikan diri di sekolah pesisir di SMPN 6 Bendahara, Aceh Tamiang. 

SERAMBINEWS.COM,-  Anggota DPR Aceh asal Aceh Tamiang dan Kota Langsa, Asrizal H Asnawi, Selasa (17/12) menyerahkan 1 tiket um­rah gratis kepada Marlia S.Pd.I, guru bakti atau honorer di SMPN 6 Bendahara, Aceh Tamiang. Pemberian hadiah um­rah ini diserahkan langsung As­rizal di sela-sela kegiatan reses di daerah pemilihannya.

Asrizal menghadiahi 1 tiket umrah untuk Marlia karena Marlia dianggap guru berdedikasi tinggi dalam mengajar dan mencerdaskan anak didiknya. Asrizal sengaja datang ke sekolah itu bersama Ketua PGRI Aceh Tamiang, Rudiardi dan Kepala Sekolah, M Nurdin Spd. “Saya mengantarkan hadiah itu sendiri untuk membuat kejutan,” kata Asrizal.

Anggota Brimob Tewas Dikeroyok Massa di Yahukimo Papua, Berikut Kronologinya

Kepala Bulog Sebut E-Warung untuk BPNT di Nagan Raya 83 Titik

Marlia adalah guru honorer di SMPN 6 Bendahara sejak tahun 2010 silam. Menurut Asrizal, Marlia adalah guru pertama yang ikut berjuang dalam proses KBM di SMPN 6 Bendahara. Sekolah tersebut berada di perkampungan nelayan, Desa Kuala Penaga. “Letak desa di muara Sungai Tamiang berhadapan dengan Selat Malaka,” kata Asrizal.

Marlia berangkat dari rumah ke sekolah menggunakan dua moda transportasi, yaitu sepeda motor untuk jalan darat sampai ke dermaga lokal. “Selanjutnya menggunakan boat dengan jarak tempuh lebih kurang 45 menit. Turun dari boat dilanjutkan jalan kaki sejauh 1 km,” kata Asrizal.

VIDEO - Presiden Turki Erdogan tiba di Malaysia Hadiri KTT Negara Islam Dunia

Kasus Kematian Hakim Jamaluddin, Polisi Sudah Periksa Zuraida Hanum 7 Kali, Maimunah 5 Kali

Dedikasi inilah dianggap Asrizal merupakan jerih payah Marlia dalam mengajar, sehingga Marlia dianggap pantas menerima hadiah tersebut. “Semoga Bu Marlia bisa menunaikan ibadah umrah dengan lancar dan senantiasa menjadi guru yang selalu berdedikasi tinggi,” kata Asrizal.

Perjalanan Marlia dalam me­ngemban tugas di daerah terpencil di SMPN 6 Bendahara sudah dijalani selama 10 tahun. “Dedikasi beliau tidak diragukan lagi, karena sejak tamat SMA beliau sudah mengabdikan dirinya di SMP satu atap yang sekarang menjadi SMPN 6 Bendahara,” ujar Asrizal.

Asrizal juga mengatakan, Marlia adalah guru bakti yang tidak ada dalam anggaran Pemerintah Aceh atau kabupaten. “Baktinya tidak main-main, setiap hari harus mengarungi sungai selama 45 menit,” pungkas Asrizal.

Namun sebelumnya, Marlia juga sudah diberi hadiah oleh Pemerintah Aceh sebagai salah satu dari 3 orang guru berdedikasi dan berintegritas se-Aceh. Asrizal dalam kunjungan kemarin juga mendengar keluh kesah sejumlah guru di SMPN 6 Bendahara.

Kemenag Aceh Siapkan 10 Teleskop, Gerhana Matahari Cincin di Hari 15 Tahun Tsunami

Pemko Solok Studi ke Banda Aceh  

“Para guru meminta pemerintah provinsi menganggarkan tunjangan pendapatan tambahan untuk mereka yang mengajar anak didik di pedalaman. Karena mereka harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menuju tempat mengajar,” kata Asrizal.

Di sekolah itu hanya ada 16 guru, 5 PNS termasuk kepala sekolah dan KTU, 4 tenaga kontrak kabupaten dan 7 sisanya tenaga bakti tanpa gaji. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved