Jumat, 10 April 2026

Berita Aceh Tenggara

GeRAK dan LP2IM Duga Terjadi Markup dalam Pengadaan Bebek Petelur di Agara, Begini Kata Kadistan

mereka menduga terjadi markup harga dalam pengadaan bebek petelur tahun 2018 dan 2019 karena harga satuan bebek petelur itu mencapai Rp 104 ribu/ekor

Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Mursal Ismail
dok/TP4D Kejari Agara
Dinas Pertanian Aceh Tenggara, telah menyalurkan sekitar 44.500 ekor bebek petelur kepada kelompok ternak di Aceh Tenggara. Penyaluran ternak bebek petelur itu dibawah pengawasan pihak Tim Pengawal, Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Tenggara. Terlihat bebek di tempat penangkaran di Lawe Dua, Kecamatan Bukit Tusam. dok/TP4D Kejari Agara 

Mereka menduga terjadi markup harga dalam pengadaan bebek petelur tahun 2018 dan 2019 karena harga satuan bebek petelur itu mencapai Rp 104 ribu per ekor. 

Laporan Asnawi Luwi |Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Dua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Aceh menduga terjadi markup atau penggelembungan harga dalam pengadaan bebek petelur di Aceh Tenggara. 

Dugaan markup ini disampaikan Koordinator Gerakan Antikorupsi (GeRAK) Aceh, Askhalani dan Ketua Lembaga Pengembangan Potensi Intelektual Muda (LP2IM) Aceh Tenggara, M Sopian Desky. 

Mereka menyampaikan hal ini secara terpisah kepada Serambinews.com, Minggu (22/12/2019). 

Askhalani mengatakan mereka menduga terjadi markup harga dalam pengadaan bebek petelur tahun 2018 dan 2019 karena harga satuan bebek petelur itu mencapai Rp 104 ribu per ekor. 

"Padahal harga bebek itu di pasaran Rp 54.000 per ekor. Oleh karena itu, kami sinyalir ada dugaan korupsi dalam proyek ini," kata Askhalani. 

Seorang Warga di Aceh Selatan Tebas Ibunya dengan Parang Hingga Meninggal

Dua Rumah di Idi Rayeuk Terbakar, Damkar Terjebak di Lorong Sempit

Ini Kronologis Babi Hutan Masuk Rumah Warga di Bener Meriah, Obrak Abrik Kamar dan Ruang Shalat

Bahkan kata Askhalani, harga setiap satuan itu bisa lebih murah lagi, jika dibeli di Medan, Sumatera Utara dalam jumlah banyak. 

"Oleh karena itu, kami meminta Polda Aceh untuk mengusut tuntas dugaan markup dalam proyek pengadaan bebek petelur tahun 2018 dan 2019 di Aceh Tenggara," pinta Askhalani. 

Secara terpisah Ketua Lembaga Pengembangan Potensi Intelektual Muda (LP2IM) Aceh Tenggara, M Sopian Desky, menyampaikan hal hampir sama.

 Menurutnya, harga bebek petelur di pasaran Rp 54 ribu per ekor, bahkan bebek dengan harga segitu sudah mulai bertelur. 

"Tapi anehnya, pengadaan bebek petelur di Dinas Pertanian Aceh Tenggara harganya mencapai Rp104.000 per ekor, tetapi bebek belum bertelur saat dibeli.

Oleh karena itu, kasus ini harus diusut," kata M Sopian. 

Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Aceh Tenggara, Asbi SE, mengakui bebek
petelur dalam pengadaan itu Rp 104.000 per ekor.

Namun, diakuinya harga itu sudah termasuk untuk berbaga biaya tambahan lainnya, seperti biaya selama karantina, pembelian obat-obatan dan ongkos distribusi. 

Distribusi itu kepada 195 kelompok ternak, sehingga masing-masing kelompok mendapat 500 bebek petelur ini. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved