Harga Gabah Terus Turun, Petani Rugi
Sejak dua hari terakhir, harga gabah hasil panen di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) perlahan-lahan turun
BLANGPIDIE - Sejak dua hari terakhir, harga gabah hasil panen di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) perlahan-lahan turun. Padahal, di awal-awal panen harga gabah mencapai Rp 5.300 per kilogram, namun kali ini harga gabah usai dipotong oleh mesin pemotong padi (combine harvester), turun di kisaran Rp 4.600-4.800 per kilogram.
Seorang petani di Kecamatan Tangan-Tangan, Syahrizal mengakui, harga gabah yang di tingkat agen pengepul terus menurun. Harga gabah kering saat awal musim panen, sebutnya, bisa mencapai Rp 5.100-5.300 perkilogram. Tapi, memasuki penghujung musim panen harga gabah menurun berkisar antara Rp 4.700- Rp 4.900 perkilogram setelah dipotong combine. "Kemarin harga masih Rp 4.800, kemudian sudah menjadi Rp 4.700 keesokan harinya. Turunnya harga gabah ini, membuat petani di Abdya kewalahan," kata Syahrizal kepada Serambi, Jumat (27/12/2019).
Akibat terus turunnya harga jual gabah hasil panen, sambungnya, petani mulai merugi dan dikhawatirkan tidak cukup untuk membiayai musim tanam berikutnya. "Sebab harga jual gabah tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan petani, mulai dari proses penggarapan lahan hingga memasuki masa panen padi," terangnya.
Di sisi lain, beber dia, dengan kondisi harga gabah yang semakin turun, tak ayal agen pengepul atau tengkulak gabah banyak mengincar gabah hasil panen padi di Abdya. Para agen itu, bebernya, kebanyakan berada dari luar daerah, seperti Aceh Selatan, Nagan Raya, Bireuen, bahkan agen dari luar Aceh seperti Medan, Sumatera Utara. "Para tengkulak mengincar hasil panen padi di Abdya karena dikenal sebagai daerah lumbung padi dengan kualitas gabah yang menjanjikan," ungkapnya.
Hal senada disampaikan oleh Agus, petani Abdya lainnya. Ia memperkirakan, harga masih akan terus turun seiring dengan melimpahnya stok gabah di tingkat petani. "Sampai musim panen berakhir, harga akan semakin murah karena stok sudah melimpah. Bahkan beberapa hamparan sawah lain masih melakukan proses panen padi," paparnya.
Dia berharap, Pemkab Abdya ikut membantu dan memberikan solusi, sehingga harga gabah di kabupaten itu bisa distabilkan. “Minimal menunjuk pihak ketiga dan menampung harga gabah yang menguntungkan petani. Karena, petani tidak punya pilihan lantaran kalau tidak dijual bagaimana pula kita membayar ongkos potong padi dan tukang jasa angkut gabah serta keperluan lainnya. Meski murah terpaksa harus dijual juga," pungkasnya.(c50)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/petanipijaypanenpadi.jpg)