Senin, 4 Mei 2026

Bersih-bersih BUMN, Erick Thohir Mengaku Dapat Teror dan Ancaman, Said Didu Ungkap Terduga Pelaku

Erick mengatakan, dirinya menemukan fakta bahwa PT Pertamina (Persero) memiliki 142 anak dan cucu perusahaan.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
(KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)
Menteri BUMN, Erick Thohir 

"Ketiga adalah calon penikmat, orang-orang yang akan tertutup peluangnya untuk menikmati, " ujarnya.

Said Didu menduga peneror Erick Thohir berasal dari orang-orang yang berada di sekitar kekuasaan.

"Dan yang paling penting yang menarik adalah bisa saja para penikmat-penikmat periode sebelumnya ini sudah memegang kartu as orang-orang dekat kekuasaan atau kekuasaan, sehingga dia juga bisa melakukan ancaman," kata Said Didu.

"Kalau Erick melakukan ini terus maka ini Bapak bisa terseret kalau dia juga tersangkut," ucapnya menirukan ilustrasi ancaman terhadap Erick Thohir.

"Sehingga terjadi akumulasi kepentingan di dalam langkah-langkah Erick," lanjut Said Didu.

Menurut Said Didu, kemungkinan akan ada kerjasama antara para oknum di dalam BUMN dan kolega di luar BUMN untuk menjatuhkan Erick Thohir.

Said Didu juga menduga si peneror tak takut kalau suatu saat ditangkap oleh pihak berwajib meskipun sudah terang-terangan meneror Erick Thohir yang memiliki posisi penting dalam pemerintahan.

Said Didu mengatakan bahwa dirinya menduga sang peneror tak takut ditangkap lantaran sebagai pejabat, si peneror memiliki akses untuk melapor ke lembaga negara.

S
Said Didu usai Diskusi Publik Pertamina Sumber Kekacauan yang digelar oleh Indonesia Resources Studies (Iress) di Restoran Pulau Dua, Jakarta, Kamis (19/12/2019) (Tribunnews.com/Lita Febriani)

Selain itu, si peneror juga merasa aman lantaran pasti ancaman dan teror tersebut tak akan diusut oleh Erick Thohir.

"Saya pikir demikian karena ini orang sebagai pejabat, dia punya karpet merah untuk melapor ke lembaga negara yang melakukan itu, berarti ini memang peneror ini merasa aman bahwa ini tidak akan diusut oleh Erick Thohir karena nomor hp dia tahu," papar Said Didu.

"Peneror ini orang yang merasa yakin, kamu lapor juga tidak akan dilayani," tambahnya.

Keberanian oknum peneror melakukan aksi tersebut menurut Said Didu adalah pertanda kondisi Indonesia sedang berada di titik kritis karena peneror orang sekelas menteri bisa leluasa melakukan peneroran.

 "Ini menurut saya titik bahaya sekali di negeri ini, karena seorang pejabat tinggi yang melakukan pembersihan di BUMN itu sudah bisa diteror dengan sehat," kata Said Didu.

Menurutnya kelanjutan kasus peneroran Erick Thohir akan menjadi penentu nasib pemerintah Indonesia ke depannya.

"Tapi kalau Pak Erick Thohir lolos dari sini, maka kita punya harapan pemerintah akan bersih ke depan," tuturnya.

Sumber: TribunNewsmaker
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved