Kamis, 7 Mei 2026

Berita Aceh Utara

Begini Kejadian Ketika Haji Uma Sampai di Lokasi Galian C Sawang

Padahal sebelumnya, Haji Uma mendapat informasi ada dua alat berat yang mengeruk galian C di Krueng Sawang tersebut kawasan tiga desa tersebut.

Tayang:
Penulis: Jafaruddin | Editor: Yusmadi
For Serambinews.com
ANGGOTA DPD RI asal Aceh H Sudirman alias Haji Uma memantau kondisi aliran sungai Sawang dari jembatan gantung di kawasan itu, Selasa (31/12/2019). 

Laporan Jafaruddin | Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON – Kondisi lokasi penambangan galian di Gampong Riseh Teungoh, Riseh Baroeh dan Riseh Teunong, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara sepi ketika anggota DPD RI asal Aceh Sudirman alias Haji Uma tiba di lokasi, Selasa (31/12/2019) sekira pukul 16.15 WIB.

Padahal sebelumnya, Haji Uma mendapat informasi ada dua alat berat yang mengeruk galian C di Krueng Sawang tersebut kawasan tiga desa tersebut.

Diduga kehadiran Haji Uma bersama sejumlah personel Polres Lhokseumawe, dan rombongan sudah diketahui penambang galian C.

Padahal untuk sampai ke lokasi tersebut, Haji Uma bersama Tauke Dan (Safrizal) penguasaha Lhokseumawe, staf Hamdani alias Maknu dan Abu Saba, serta sejumlah awak media melintasi jalan alternative yang berlumpur dan bebatuan.

Ini 16 Tim yang Ikut Pada Turnamen Sepakbola Keuchik Maradon Cup I di Aceh Utara

‘Intip’ Aktivitas Lokasi Galian C di Sawang, Haji Uma Lewati Jalan Berlumpur dan Bebatuan

Kebocoran PAD Tambang Galian C Sangat Besar di Aceh Tenggara. GeRAK : Turunkan Tim Saber Pungli

Agar Haji Uma bisa melihat langsung kondisi yang ril di lokasi kejadian. Informasi dari warga ada dua alat berat yang sedang mengeruk Galian C di Krueng Sawang.

Tapi setiba Haji Uma di lokasi suasana sudah sepi dan tidak ditemukan dua alat seperti yang disampaikan masyarakat.

“Sayangnya mereka tidak terlihat dan sudah mengangkat alat-alatnya di lokasi galian C tersebut. Jika memang mereka mengantongi izin secara legal, tentunya tidak perlu takut dan mari mempertanggungjawabkan secara hukum,” ujar Haji Uma.

Menurut Haji Uma, kondisi di sekitar galian C memang sangat miris sekali, karena aliran sungai itu semakin lama mengikis lahan pertanian atau kebun warga dan sungguh memprihatinkan.

“Kita akan pertanyakan kepada pemerintah setempat bagaimana legalitas dari izinnya,” pungkas Haji Uma. (*) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved