Breaking News:

Berita Lhokseumawe

Begini Nasib Lima Pria yang Ditangkap Atas Tuduhan Berjudi Pada Malam Tahun Baru

Mendapatkan laporan tersebut, maka langsung personilnya bergerak ke lokasi. Sampai di lokasi, langsung pondok tersebut digerebek.

Penulis: Saiful Bahri | Editor: Yusmadi
Dok. WH Lhokseumawe/For Serambinews.com
Personel WH Lhokseumawe memperlihatkan barang bukti. 

Laporan Saiful Bahri | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Personel Wilayatul Hisbah (WH) menggerebek sebuah pondok yang diduga dijadikan lapak judi di kawasan Pantai Rancong, Muara Satu Lhokseumawe, Rabu (1/1/2020) sekitar pukul pukul 00.30 WIB atau baru 30 menit memasuki tahun 2020. Sehingga berhasil mengamankan lima pria dan sejumlah barang bukti.

Kasatpol PP dan WH Lhokseumawe, Dr Irsyadi, tadi sempat menjelaskan, saat pihaknya melakukan patroli untuk pengamanan pada malam tahun baru, tiba/tiba mendapatkan laporan dari masyarakat atas dugaan sedang berlangsungnya perjudian di sebuah pondok kawasan pantai Rancong.

Mendapatkan laporan tersebut, maka langsung personilnya bergerak ke lokasi. Sampai di lokasi, langsung pondok tersebut digerebek.

"Saat digerebek, ada tujuh pria di dalamnya yang diduga sedang bermain judi jenis dadu. Namun dua diantaranya berhasil kabur. Sehingga yang tertangkap hanya lima pria," ujar Irsyadi.

Ratusan Rumah Terendam Banjir di Tangerang Selatan, Tinggi Air 4 Meter

Malam Ini Hujan Angin Disusul Gelegar Petir Landa Aceh Singkil

Kedai Kelontong Milik Warga Lamreh Darussalam Terbakar

Kelima pria yang berhasil ditangkap berinisial, SA (55) asal Aceh Utara, AZ (57) asal Aceh Utara, JA (35) asal Aceh Utara, BA (57) asal Lhokseumawe, dan AG (43) asal Lhokseumawe.

Sedangkan barang bukti yang diamankan, sejumlah uang, mangkok, satu set kartu joker, mancis, kertas pasir, satu tas coklat, dadu, dan sejumlah barang bukti lainnya.

Setelah ditangkap, maka kelima pria bersama barang bukti dibawa ke Kantor Satpol PP dan WH Lhokseumawe.
Kelima pria itu pun dimintai keterangan hingga sore hari.

Dari hasil pemeriksaan dan berbagai pertimbangan, maka disimpulkan kalau bagi mereka hanya diberi pembinaan. Sehingga tadi sore, mereka kita minta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi.

Selanjutnya kita panggil keluarga mereka beserta keuchik.

"Lalu kelima pria itu kita kembalikan kepada keluarga dan keuchik masing-masing untuk pembinaan lanjutan," demikian Irsyadi. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved