Cuaca Buruk di Perairan Sabang
50 Lebih Mobil Mengantre Keluar dari Sabang, Cuaca Buruk Ganggu Penyeberangan
Masa liburan tahun baru dan libur sekolah sudah berakhir, sejak 1 Januari ribuan wisatawan yang memadati Sabang mulai meninggalkan pulau tersebut
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Yusmadi
Laporan Muhammad Nasir | Sabang
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Masa liburan tahun baru dan libur sekolah sudah berakhir, sejak 1 Januari ribuan wisatawan yang memadati Sabang mulai meninggalkan pulau tersebut.
Hingga, Jumat (3/1) puluhan mobil milik wisatawan masih mengantre di Pelabuhan Balohan Sabang untuk keluar dari pulau tersebut.
Informasinya, dalam sehari terdapat 50-an lebih unit mobilnya yang mengantre di depan dermaga untuk menyeberang ke Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh.
Namun karena terbatasnya jumlah pelayaran dan kapal, sehingga tidak semua mobil dapat diangkut sekaligus.
Kepala Pelabuhan Balohan, Agustiar mengatakan, puncak arus balik wisatawan dari Sabang ke daratan Aceh sudah dimulai sejak 1 Januari lalu.
• Cuaca belum Membaik, Pelayaran Kapal Ro-Ro Sabang-Banda Aceh Tiga Trip
• Meski Cuaca Buruk, Enam Pelayaran Sempat Layani Rute Banda Aceh - Sabang
• Empat Kapal Gagal Berlayar, Cuaca Buruk di Perairan Sabang
Meskipun saat ini jumlahnya sudah menurun, namun tetap saja tidak semua mobil bisa diangkut dalam sehari.
Karena jumlah mobil yang mengantre tidak berimbang dengan jumlah pelayaran dan kapal.
Selain itu, arus balik penumpang juga sempat terganggu oleh cuaca buruk di perairan Sabang, sehingga harus dikurangi trip pelayaran.
Katanya, ada 50-an mobil yang mengantre, namun tidak semua bisa terangkut, sehingga butuh proses. Apalagi saat ini cuaca sedang tidak terlalu mendukung pelayaran. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/cuaca-ekstrem-sebuah-peringatan-dini-telah-dirilis-oleh-bmkg.jpg)