Selasa, 14 April 2026

Berita Aceh Tengah

Paya Tumpi Baru Penghasil Madu di Aceh Tengah

Sebagian warga Kampung Warga Paya Tumpi Baru, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, sampai dengan saat ini, masih mengembangkan ternak lebah...

Penulis: Mahyadi | Editor: Jalimin
NET
sarang lebah 

Paya Tumpi Baru Penghasil Madu di Aceh Tengah

Laporan Mahyadi | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Sebagian warga Kampung Warga Paya Tumpi Baru, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, sampai dengan saat ini, masih mengembangkan ternak lebah madu.

Potensi yang jarang dilirik di daerah penghasil kopi itu, ternyata sudah berlangsung sejak lama.

Bahkan, madu asal Kampung Paya Tumpi Baru, sudah dipasok ke beberapa daerah di Aceh hingga Sumatera. Terkadang, ada juga pesanan hingga ke luar negeri. Jumlah peternak madu lebah di kampung itu, memang masih dilakukan segelintir orang tetapi menjadi usaha tambahan bagi warga, disamping berprofesi sebagai petani kopi.

Reje Kampung Paya Tumpi Baru, Idrus Saputra kepada Serambinews.com, Kamis (9/1/2020) menyebutkan, pihaknya akan memprogramkan pembuatan taman bunga di area Kampung Paya Tumpi Baru, selain untuk memperindah lingkungan desa, juga bisa menjadi alternatif makanan bagi lebah madu.

“Selama ini, lebah lebah itu, mencari makanan di bunga bunga kopi. Nah dengan adanya taman bunga, akan menambah area makanan lebah madu,” kata Idrus Saputra. 

Dugaan Ancam Tembak Wartawan di Aceh Barat, Puluhan Awak Media Demo ke Mapolda, Ini Tuntutannya

382 Orang di Aceh Jaya Alami Gangguan Jiwa

Saling Klaim Antara Bali United dan Persiraja, Kemanakah Miftahul Hamdi Berlabuh?

Dia sebutkan, peternak lebah madu di Kampung Paya Tumpi Baru, sudah berlangsung sejak lama. Dan sebagian masyarakat masih mengembangkan ternak lebah madu, sebagai tambahan pengasilan keluarga.

“Justru, kadang-kadang permintaan pasar tidak bisa dipenuhi karena keterbatasan produksi. Rata rata ternak madu ini, dikelola secara pribadi,” ungkapnya.

Kendala yang dihadapi para peternak madu saat ini, lanjut Idrus Saputra, adanya gangguan beruang yang kerap menyerang kotak kotak lebah milik warga.

“Kadang-kadang, nggak dapat madu, beruang menyasar ternak warga. Ada beberapa kali, kandang kambing warga disini dirusak beruang,” keluh Idrus.

VIDEO - Mahasiswa di Lhokseumawe Gelar Aksi Terkait Migas Aceh, Berikut Tuntutannya

Idrus menambahkan, adanya gangguan beruang, membuat sebagian peternak lebah madu, memindahkan kotak kota lebah dekat dengan pemukiman.

“Biasa kotak lebah diletakkan di kebun. Tapi karena takut dibongkar beruang, jadi sebagian memindahkannya ke dekat pemukiman,” sebutnya.

Sampai saat ini, ada sekitar lima kepala keluarga yang meiliki kotak atau tong lebah ternak yang telah mandiri. Dalam satu tahun, bisa dua kali panen besar, antara bulan Juni hingga bulan September. Untuk satu peternak dengan jumlah 50 kotak lebah, bisa memproduksi sampai 50 liter madu.

Namun hasil produksi tersebut, dinilai masih sangat kurang karena sedikitnya areal tanaman jenis bunga-bunga di kampung tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved