Sidang Paripurna DPRA Ricuh

Siang Ini, DPRA Kembali Gelar Rapat Terkait Alat Kelengkapan Dewan yang Sebelumnya Sempat Ricuh

Dalam rapat ini, para ketua fraksi bersama pimpinan DPRA sepakat mencari formula agar bisa mengakomodir semua kepentingan fraksi di DPRA.

Siang Ini, DPRA Kembali Gelar Rapat Terkait Alat Kelengkapan Dewan yang Sebelumnya Sempat Ricuh
SERAMBI/M ANSHAR
Empat pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) definitif masa jabatan 2019-2024 yaitu, Dahlan Jamaluddin dari Partai Aceh (dua dari kiri) sebagai Ketua DPRA , Dalimi dari Partai Demokrat (kiri) sebagai Wakil Ketua I, Hendra Budian dari Partai Golkar (tiga dari kiri) sebagai Wakil Ketua II, dan Safaruddin dari Partai Gerindra sebagai Wakil Ketua III, melakukan salam komando usai pengambilan sumpah yang dipandu oleh Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh, Djumali SH di Gedung DPRA, Jumat (15/11/2019). 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Kamis (9/1/2020) kembali menggelar rapat lanjutan terkait pembentukan alat kelengkapan dewan (AKD) periode 2019-2024.

Pimpinan DPRA belum menetapkan AKD lantaran dalam rapat paripurna sebelumnya sempat terjadi kericuhan akibat ada beberapa fraksi yang menumpuk anggotanya pada Komisi V dan Komisi VI.

Wakil Ketua DPRA, Hendra Budian kepada Serambinews.com, Kamis (9/1/2020) menyampaikan pihaknya menjadwalkan rapat bersama para ketua fraksi untuk menyamakan persepsi.

Dalam rapat itu juga akan dibahas jadwal paripurna penetapan AKD yang sudah molor dari jadwal yang direncakanan sebelumnya, yaitu awal bulan Januari.

“Jadwalnya, jam 14.00 WIB nanti,” kata Hendra Budian saat dikonfirmasi Serambinews.com, Kamis (9/1/2020).

Dalam rapat tersebut nanti, lanjutnya, para ketua fraksi bersama pimpinan DPRA sepakat mencari formula agar bisa mengakomodir semua kepentingan fraksi di DPRA.

Sehingga kericuhan terkait perebutan alat kelengkapa tidak kembali terjadi lagi seperti dalam rapat paripurna sebelumnya.

Sebelumnya diberitakan, rapat paripurna dengan agenda penetapan AKD di DPRA, Selasa (31/12/2019) berakhir ricuh.

Kericuhan diduga karena Fraksi Partai Demokrat dan Fraksi Partai Golkar ingin menguasai pimpinan komisi V dan VI yang sebelumnya akan diambil oleh Fraksi PNA dan Fraksi PKS.

Halaman
12
Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved