Rabu, 6 Mei 2026

Bunga Bangkai di Subulussalam

Bunga Bangkai Tumbuh di Kebunnya, Petani Subulussalam Gratiskan Warga Berswafoto

Kuntum bunga bangkai itu mempunyai kelopak berwarna ungu dengan bercak-bercak putih tidak beraturan.

Tayang:
Penulis: Khalidin | Editor: Taufik Hidayat
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN
Kuntum bunga bangkai (Amorphopalus titanuum) ditemukan tumbuh di tengah perkebunan warga Dusun Namo Kongkir, Desa Tangga Besi, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Sabtu (11/1/2020) menjadi ajang warga berswafoto. 

Laporan Khalidin | Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM – Belasan warga hilir mudik berdatangan ke kebun karet milik Buhanuddin Bako (60) di Dusun Namo Kongkir, Desa Tangga Besi, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam untuk melihat secara dekat sekuntum bunga bangkai (Amorphopalus titanuum) yang mekar di sana.

“Tidak saya pungut biaya,” kata Burhanuddin kepada, Sabtu (11/1/2020) siang tadi.

Burhanuddin mengaku menemukan bunga bangkai tiga hari lalu atau sekitar Rabu (8/1/2020). Temuan itu berawalnya dia mencium aroma tak sedap atau bau busuk menyengat namun belakangan ditemukan bunga bangkai.

Kemudian penemuan aneh itupun diperoleh warga hingga diposting di akun media sosial facebook disertai foto-foto selfie di lokasi bunga bangkai tumbuh.

Diperkirakan tinggi salah satu bunga dari tanah hingga kelopak sekitar 150 sentimeter dan berbau seperti bangkai. Kuntum bunga bangkai  itu mempunyai kelopak berwarna ungu dengan bercak-bercak putih tidak beraturan.

Salah satu bunga beraroma bangkai itu, di bagian atasnya tumbuh melebar berbentuk bulat. Di tengah, terdapat batang inti bunga berwarna merah. Sedangkan, daun bunga, ada yang berwarna merah, kuning, dan hijau keputihan. 

Bunga berwarna merah hati itu setiap sore hingga malam hari mengeluarkan bau tak sedap, seperti bau telur busuk, hingga radius lima meter. Pucuk kuntum bunga terus mengeluarkan lendir yang berbau tak sedap sehingga menarik perhatian lalat hijau.

Menurut pemilik kebun, Burhanuddin Bako, bunga bangkai yang tumbuh di tanahnya merupakan kali ketiga.

Sebelumnya, bunga serupa juga pernah tumbuh mekar di lokasi tersebut. Awalnya, kata Burhanuddin, ada pohon yang tumbuh lalu lama kelamaan membesar dan pecah menjadi bunga mekar.

“Ini sudah ketiga kali, dulu pernah juga tumbuh, saya gak tau namanya tapi bau bangkai,” Burhanuddin.

Burhanuddin menambahkan, tidak setiap tahun bungai bangkai tumbuh mekar di kebunnya. Berdasarkan pengalamannya, bunga bangkai itu tumbuh setiap lima tahun sekali.

Dia sendiri tidak begitu mengenal cikal bakal pohon yang menjadi bunga bangkai. Ada pohon yang sama namun lebih hijau ketika mekar menjadi tumbuhan berdaun seperti tanaman lain.

Namun pohon serupa dengan warna agak gelap biasanya menjadi bunga bangkai.

Kini, lokasi tumbuhnya bunga bangkai di tutup terpal biru oleh Burhanuddin menghindari kerusakan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved