Lagi Muazin Meninggal Dunia
Menyerah Setelah Beberapa Kali Gagal Melanjutkan Azan
SUARA azan sholat Jumat di Masjid Annur di Dusun Blang Gadeng, Gampong Seumenah Jaya, Kecamatan Ranto Peuruelak
Abdurrahman tak mampu menyelesaikan azan. Beberapa kali ia mencoba berupaya namun selalu gagal. Akhirnya ia menyerah dan mundur ke belakang. Tak lama, ia pun meninggal dunia sebelum sempat menunaikan ibadah sholat Jumat. Innalillaahi wa inna ilayhi raaji'uun.
SUARA azan sholat Jumat di Masjid Annur di Dusun Blang Gadeng, Gampong Seumenah Jaya, Kecamatan Ranto Peuruelak, Aceh Timur, terhenti tiba-tiba seusai melantunkan Syahadat Rasulullah pertama yang berbunyi Asyhadu Anna Muhammadarrasulullah (Aku bersaksi, bahwasanya Muhammad adalah Rasul Allah).
Saat ingin melanjutkan bacaan Syahadat Rasulullah yang kedua, di situlah suara sang muazin mulai tertahan. Beberapa kali ia berusaha mencoba, namun selalu gagal. Muazin bernama Abdurrahman (70) itu akhirnya menyerah. Ia mundur ke belakang dan duduk di saf ketiga. Azan kemudian dilanjutkan oleh orang lain. Siapa sangka, ternyata itu menjadi hari terakhir sang muazin.
Kabar meninggalnya sang muazin ini baru diterima Serambi, Minggu (12/1/2020). Tgk Imum Masjid Annur, Tgk Yahya, yang ditanyai menceritakan, saat itu almarhum Abdurrahman sedang mengumandangkan azan shalat Jumat. Awalnya, azan berlangsung lancar, mulai dari bacaan takbir (Allahuakbar) sebanyak dua kali dan bacaan syahadat Asyhadu Ala Ilaha Illallah sebanyak dua kali.
Demikian juga saat memasuki bacaan syahadat Rasulullah, Asyhadu Anna Muhammadarrasulullah. Tetapi begitu bacaan pertama selesai dan akan mengulangnya kembali, suara Abdurrahman seperti tertahan. Beberapa kali ia berupaya mencoba, namun selalu gagal. “Setelah berusaha beberapa kali mengulangnya, almarhum mengaku tidak sanggup dan menghentikannya. Ia lantas duduk kembali pada saf ketiga,” ujar Tgk Yahya.
Azan kemudian dilanjutkan oleh jamaah lain. Sementara Abdurrahman yang berada di saf ketiga, kondisinya semakin kepayahan. Menurut cerita saudaranya yang juga Kepala Dusun Krueng Tuan, Sabri, tak lama setelah duduk di saf ketiga, Abdurrahman memutuskan ke luar dan duduk di teras masjid, dan kemudian langsung jatuh tertelungkup. Ia bahkan tak sempat menunaikan sholat Jumat.
Mengetahui hal itu, jamaah langsung membawa Abdurrahman ke pusat kesehatan desa dan selanjutnya dirujuk ke Puskesmas Ranto Peureulak. Setiba di Puskesmas, Abdurrahman dinyatakan telah meninggal dunia. "Kami tak menduga almarhum akan kembali kepada sang Khalik sejenak ngeluh sakit saat mengumandangkan azan tersebut. Kami merasa sangat kehilangan, semoga arwah almarhum diterima di sisi Allah SWT," doa Tgk Yahya.
Sementara Sabri yang ditanyai tentang penyakit almarhum mengatakan bahwa saudaranya itu tidak memiliki riwayat penyakit apapun. Ia juga menduga jika saudaranya itu telah meninggal dunia sejak berada di Masjid.
“Saat tiba di Puskesmas dan diperiksa almarhum dinyatakan telah meninggal. Almarhum diduga meninggal sejak di masjid," ungkap Sabri.
“Almarhum juga tidak ada riwayat sakit jantung, darah tinggi maupun sakit lainnya. Memang sudah sampai takdirnya. Almarhum kembali kepada sang Khalik," tambahnya lagi.
Jenazah almarhum dikebumikan Sabtu pagi sekitar pukul 11.00 WIB, di pemakaman umum dusun setempat. “Jenazah dikebumikan kemarin karena harus menunggu kehadiran anak dan keluarga almarhum,” ujar Sabri.
Untuk diketahui, kasus meninggalnya muazin saat sedang azan merupakan yang kedua terjadi di Aceh dalam satu bulan ini. Awal bulan lalu, tepatnya Selasa (7/1/2020), Tgk Nurdin, muazin di Masjid At-Taqwa, Gampong Pisang, Kecamatan Labuhanhaji, Kabupaten Aceh Selatan, menghembuskan nafas terakhir saat sedang mengumandangkan azan Subuh. Suaranya terhenti seusai mengucapkan Lafaz Hayya 'Alash Shalaah.(c49)