Bibit Padi Tahan Hama
Petani di Abdya Minta Dinas Pertanian Sediakan Bibit Padi Tahan Hama, Ini Alasannya
Hampir setiap tahun, hasil panen kami selalu menurun di areal persawahan ini. Maka kami memohon bantu Dinas Pertanian untuk
Penulis: Rahmat Saputra | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Sejumlah petani di Gampong Panton Makmur, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) meminta Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) setempat untuk menyediakan bibit padi tahan hama penyakit.
Pasalnya, sejak beberapa kali musim tanam yang dilakukan, kebanyakan petani di kawasan tersebut sering diserang hama yang berujung gagal panen.
Salah seorang petani, Sandiman mengatakan, tanaman padi milik mereka menjelang masa panen akhir tahun 2019 lalu, diserang hama potong leher atau blas, akibatnya hasil panen mereka turun drastis.
"Kami berharap, musim tanam ke depan agar dinas menyediakan bibit yang tahan hama," ujar Sandiman.
Karena, Sandiman khawatir, jika tidak ada bibit yang tahan hama untuk lokasi hamparan sekitar 15 hektar di Gampong Panton Makmur tersebut, dikhawatirkan hama akan menyerang kembali.
• Abdullah Puteh Sebut Pabrik Gula & Pabrik Minyak Sawit akan Dibangun di Aceh, Menteri Sudah Setuju
• Istri yang Baru Dinikahi Kabur, Suami Minta Mahar Rp 30 Juta Dikembalikan
• RSUD Dr Fauziah Bireuen Miliki 1 Bus Donor Darah dan 2 Ambulans Baru
"Saya rasa ini sangat penting, apalagi dalam bulan ini petani Abdya akan kembali turun ke sawah untuk menghadapi musim tanam rendengan tahun 2020," katanya.
Ia mengaku, sejumlah petani setempat telah berupaya semaksimal mungkin untuk menyelamatkan tanaman padi mereka, namun tidak juga berhasil dan hasilnya terus menurun.
"Hampir setiap tahun, hasil panen kami selalu menurun di areal persawahan ini. Maka kami memohon bantu Dinas Pertanian untuk menyediakan bibit padi dengan varietas yang tahan serangan hama," harapnya.
Upaya penyemprotan hama dengan berbagai macam pestisida untuk menangkis hama blas leher itu telah dilakukan, namun juga tidak bisa menyelamatkan tanaman padi mereka dengan maksimal.
Tangkai padi membusuk dan menyerang bulir padi hingga tidak berisi.
"Berbagai upaya telah kami lakukan, seperti penyemprotan dan lain sebagainya, akan tetapi hasilnya tetap tidak maksimal," tuturnya.
Bahkan, sambungnya, musim tanam tahun sebelumnya, hama potong leher juga sempat menyerang tanaman padi mereka, namun tidak seberapa. Tapi, musim tanam ini, serangan hama potong leher cukup luas dan ganas.
"Bukan hanya di satu titik hamparan saja, akan tetapi juga menyerang lahan petani lainnya, maka kami berharap ada solusi daei dinas pertanian memberikan binit tahan hama, dan meminta penyuluh pertanian untuk melakukan pemantauan secara rutin ke lokasi, agar hama blas leher yang menyerang tanaman padi tidak terulang lagi," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/babinsa-simeulue-bantu-para-petani-di-sawah.jpg)