Breaking News:

Warga Bireuen Meninggal Dunia di Malaysia  

Seorang warga asal Kabupaten Bireuen meninggal dunia dalam perawatan medis di Hospital Serdang Malaysia

Editor: hasyim
SERAMBINEWS.COM/Handover
Kolase foto almarhum Mursyidin (kiri) dan Bukhari Bin Ibrahim (kanan) serta rekannya setelah mengurus administrasi untuk membawa pulang jenazah Mursyidin di Hospital Serdang Malaysia, Ahad (12/1/2020). 

BANDA ACEH - Seorang warga asal Kabupaten Bireuen meninggal dunia dalam perawatan medis di Hospital Serdang Malaysia, Minggu (12/1). Kabar duka itu disampaikan Bukhari Bin Ibrahim, pegiat kemanusiaan asal Aceh Timur yang bermukim di Malaysia.

"Hari ini Ahad 12/1/20, telah ditakdirkan bahwa saudara kita, Mursyidin telah pulang ke Sang Pencipta, di Hospital Serdang, berdekatan dengan Kompleks Putra Jaya," tulis Bukhari Bin Ibrahim melalui pesan WhatsApp kepada Serambi, kemarin.

Data diperoleh, Mursyidin adalah kelahiran Gampong Cot Geurendong, Kecamatan Jeumpa, Bireuen, tahun 1990. Ia telah merantau ke Malaysia sejak 5 tahun lalu dan terakhir bekerja di kawasan Kajang, Selangor.

Bukhari mengatakan, berdasarkan keterangan pihak medis, Mursyidin mengidap penyakit jantung yang sudah tidak berfungsi lagi. Paru-paru almarhum juga dijangkiti kuman. "Semua itu berawal dari lemah badan dan demam panas," kata Bukhari.

Menurutnya, Mursyidin telah dirawat di Hospital Serdang sejak tanggal 3 Januari 2020. Bukhari menyebutkan, selama 9 hari dirawat di ruang khas ICU Hospital Serdang, menelan belanja RM 13.000 atau setara dengan Rp 40 juta. Sementara untuk biaya pemulangan jenazah ke Aceh menelan biaya sebesar RM 3.800 setara Rp 12.800.000.

"Maka seluruh masyarakat Aceh di Malaysia berganding bahu mengulurkan bantuan untuk membantu pelunasan biaya rumah sakit dan biaya membawa pulang jenazah ke Aceh," kata Bukhari.

Bukhari menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang terlibat untuk menggalang dana bantuan ini. Seperti Mustafa Sri Andalas Klang, Tgk Mukhtar Kajang, dan Yahya bin Yunus. Selanjutnya ada Persatuan Kebajikan Klang, Persatuan Waqulja, Persatuan GUAM, dan Persatuan PMMAP, serta KMAM yang dipimpin oleh Datuk Mansyur Bin Usman.

"Insya Allah jenazah almarhum akan dipulangkan ke Bireuen Senin Subuh dengan pesawat AirAsia melalui Bandara Kualanamu, Sumatera Utara,” kata Bukhari. (nal)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved