Jumat, 17 April 2026

Berita Bireuen

Warga Gampong Baroe Peudada Kesulitan Air Bersih, Ini Harapan Masyarakat

Warga Desa Gampong Baroe, Peudada, Bireuen, Aceh, kesulitan air bersih. Sejak puluhan tahun lalu hingga kini, warga setempat terpaksa menggunakan..

Penulis: Ferizal Hasan | Editor: Jalimin
SERAMBINEWS.COM/FERIZAL HASAN
Tarmizi, Keuchik Desa Gampong Baroe, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, Senin (13/1/2020).  

Warga Gampong Baroe Peudada Kesulitan Air Bersih, Ini Harapan Masyarakat 

 

Laporan Ferizal Hasan I Bireuen 

 

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Warga Desa Gampong Baroe, Peudada, Bireuen, Aceh, kesulitan air bersih. Sejak puluhan tahun lalu hingga kini, warga setempat terpaksa menggunakan air berkeruh, asin dan kekuning-kuningan untuk kebutuhan sehari-hari.

Kecuali untuk minum, warga setempat membeli dan mengangkut air bersih dari desa sekitarnya. 

Keuchik Gampong Baroe, Peudada, Bireuen, Tarmizi, kepada Serambinews.com, Senin (13/1/2020) mengatakan, desanya memiliki jumlah penduduk mencapai 700 jiwa dari 190 Kepala Keluarga (KK).

Kata Tarmizi, mayoritas penduduk desanya bergantung hidup sebagai nelayan. Karena di Desa Gampong Baroe Peudada terdapat tambak dan berbatasan dengan laut Selat Malaka.

"Air sumur di desa kami asin sejak puluhan tahun lalu dan tidak layak pakai, airnya berkeruh berwarna kekuning-kuningan," kata Tarmizi.

Ini Surat Wali Kota Lhokseumawe Terkait Pramusaji Wanita tak Boleh Kerja di Atas Pukul 21.00 WIB

Bupati Shabela Abubakar Jadikan Rumah Pribadinya Sebagai Gudang Truk Sampah, Ini Penyebabnya

Pun demikian, warga desanya terpaksa memakai air asin dan berkeruh itu.

"Untuk minum kami membeli air bersih dari sumur warga desa tetangga dengan harga Rp 3.000 per jeregen, lalu kami angkut ke desa kami," terang Tarmizi.

Ditambahkannya, untuk mencari solusi agar masyarakat dapat memperoleh air bersih, di desa setempat kini sudah dipasang jaringan pipa untuk menyupai air bersih ke desa.

"Dengan menggunakan dana desa Tahun 2019, kami sudah memasang jaringan pipa ke permukiman penduduk, tapi jaringan pipa desa tersebut belum bisa berfungsi, karena belum tersambung dengan jaringan pipa dari PDAM Krueng Peusangan," sebut Tarmizi.

Tarmizi dan warga desanya berharap agar warga desanya segera dapat mengkonsumsi air bersih.(*)

Soal Potensi Gempa Bumi 8,7 SR Di Simeulue, Ini Imbauan Bupati Erli Hasyim

16 Orang Terpilih untuk Pembangunan Desa Ramah Anak di Simeulue, Ini Tugasnya

Irwandi Yusuf Resmi Daftar Kasasi Terkait Gugatan Dualisme Kepengurusan PNA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved