Jumat, 5 Juni 2026

Warga Singkil Diterkam Buaya

Konflik Nelayan dengan Buaya di Aceh Singkil belum Ada Solusi

“Buaya menyerang manusia sudah berulang-ulang, ini harus mendapat perhatian serius dari pemerintah,” ujarnya.

Tayang:
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Antonius Ingatan Gulo (24) penduduk Asantola, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Kabupaten Aceh Singkil, yang selamat setelah bergumul dengan buaya di tengah lautan, Senin (13/1/2020) pukul 22:00 WIB. 

“Buaya menyerang manusia sudah berulang-ulang, ini harus mendapat perhatian serius dari pemerintah,” ujarnya.

Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Antonius Ingatan Gulo, nelayan Asantola, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Kabupaten Aceh Singkil, diterkam buaya di tengah lautan, Senin (13/1/2020) sekitar pukul 22.00 WIB malam.

Akibat pergelutan itu, ia mengalami luka bekas gigitan buaya di bagian wajah atas dan kepala bagian belakang.

Antonius diterkam buaya, saat sedang menyelam mencari tripang.

Bersama dua nelayan lain di kawasan Pulau Busung, Haloban, Pulau Banyak Barat.

Beruntung, korban selamat setelah bergumul dengan buaya.

Ia hanya mengalami luka di bagian wajah atas dan kepala belakang.

Tiap Hari Ada Jadwal Penerbangan di Bandara Malikussaleh Aceh Utara, Cek Jadwalnya Disini

"Korban selamat," kata Irwan penduduk Pulau Banyak Barat, Senin (14/1/2020).

Konflik manusia dengan buaya di Pulau Banyak sudah terjadi berulang.

Termasuk korban nyawa melayang.

Akan tetapi, sejauh ini belum ada solusi.

Salah satunya permintaan, memasang penanda di lokasi rawan buaya belum terlaksana.

Padahal dengan dipasang penanda, minimal nelayan berhati-hati.

Ketika menyelam di lokasi rawan buaya.

Usulan pemasangan penanda di lokasi rawan buaya, disuarakan anggota DPRK Aceh Singkil, Taufik, sejak 2018 lalu.

“Buaya menyerang manusia sudah berulang-ulang, ini harus mendapat perhatian serius dari pemerintah,” ujarnya.

Ruas Jalan Cot Teube Gandapura - Cot Kruet Makmur Rusak Parah, Begini Kondisinya

 Kejadian buaya memangsa nelayan Pulau Banyak Barat, sudah terjadi berulang kali.

Pada 6 Desember 2018, Yasoziduhu diterkam buaya disekitar Pulau Inasuri.

Kemudian pada 9 Oktober 2018, Ama Tebi, nelayan Ujung Sialit, diterkam hewan pemangsa tersebut.

Saat menyelam di sekitar Pulau Matahari.

Sebelumnya, pada Februari 2018, nelayan Desa Suka Makmur, Pulau Banyak Barat, Ereanus Telaumbanua (25) ditemukan meninggal dengan kondisi tanpa kepala

. Korban sempat hilang saat mencari tripang.

Dengan cara menyelam di sekitar Pulau Duo. (*)

Konflik Buaya Versus Nelayan Pulau Banyak Barat Terus Terjadi, Ini Data Korbannya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved