Keluarga Miskin Dipasang Stiker, Dinsos Aceh Keliling ke 17 Kabupaten/Kota

Seluruh keluarga yang masuk kategori miskin akan dipasang stiker bertuliskan: “Keluarga Tidak Mampu Penerima Bantuan PKH” di depan rumah

Keluarga Miskin Dipasang Stiker, Dinsos Aceh Keliling ke 17 Kabupaten/Kota
SERAMBINEWS.COM/ SENI HENDRI
Asisten I Setdakab Aceh Timur, Syahrizal Fauzi SSTP MAP, didampingi Kasi Jaminan Sosial Keluarga Dinsos Aceh, Siti Khotijah, Kadissos Aceh Timur, Ir Elfiandi, para kabid, Saharani, Iskandar, TKSK, dan pendamping PKH, menempel stiker di rumah penerima bantuan PKH, di Gampong Seuneubok Teugoh Peudawa Puntong, Aceh Timur, Selasa (14/1/2020). 

IDI-Seluruh keluarga yang masuk kategori miskin akan dipasang stiker bertuliskan: “Keluarga Tidak Mampu Penerima Bantuan PKH” di depan rumah masing-masing. Dinas Sosial (Dinsos) Aceh bekerjasama dengan Dinsos setempat akan menempel stiker untuk mencegah orang kaya juga menerima PKH di 17 kabupaten/kota di Aceh.

Untuk Aceh Timur, penempelan perdana dilakukan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Setdakab Aceh Timur, Syahrizal Fauzi SSTP MAP, didampingi Kasi Jaminan Sosial Keluarga Dinsos Aceh, Siti Khotijah, dan Kadinsos Aceh Timur, Ir Elfiandi, di dua rumah penerima PKH, Gampong Seuneubok Teugoh Peudawa Puntong Selasa (14/1).

Penempelan stiker juga disaksikan oleh Kabid Linjamsos, dan Rehabsos Dinsos Aceh Timur, Saharani, Iskandar,  TKSK, dan pendamping PKH Aceh Timur. Siti Khotijah mengatakan penempelan stiker pada rumah penerima bantuan PKH ini berdasarkan permintaan Dinsos dari 17 kabupaten/kota se-Aceh pada rakor 2018 lalu.

Siti Khotijah mengatakan upaya itu untuk menyahuti keluhan masyarakat terkait beredarnya isu bantuan PKH disalurkan tidak tepat sasaran. “Dengan stiker di rumah penerima PKH ini, maka sudah jelas kategorinya, tetapi jika tidak patut, maka dapat melaporkan ke Dinsos Aceh Timur untuk diverifikasi bersama petugas PKH,” ujarnya.

Dia menjelaskan stiker ini untuk menentukan penerima PKH dan tidak perlu malu, tetapi sebaliknya, bagi orang mampu harus ada kesadaran untuk keluar. Dia mengakui, petugas PKH sering mendapat ancaman di lapangan saat berupaya mengeluarkan dari penerima PKH, sehingga Muspika bersama perangkat desa harus membantu.

“Jika ada penerima PKH yang tidak tepat sasaran, mohon dukungan dari Muspika, dan perangkat desa untuk menertibkan,” ujar Siti Khotijah. Adapun keluarga yang layak menerima bantuan PKH, katanya, yaitu keluarga miskin, dan rentan sesuai 13 kriteria miskin dari BPS.

Siti Khotijah menjelaskan jika ada penerima PKH yang dikeluarkan, karena masuk kategori keluarga mampu, maka pihaknya akan berupaya tidak dialihkan ke provinsi lain.

Disebutkan, baru 17 kabupaten/kota di Aceh yang mengajukan pemasangan stiker, dan kabupaten/kota lainnya juga sedang mengusulkan. “Kita berharap, dengan pemasangan stiker ini angka kemiskinan di Aceh dapat turun, karena data penerima bantuan PKH akan dikeluarkan dari Basis Data Terpadu (BDT),” ungkap Siti Khotijah,seraya mengharapkan, semua pihak saling membantu mewujudkan program ini.

Sementara itu, Syahrizal Fauzi menyampaikan terima kasih kepada Dinsos Aceh yang telah membantu menjalankan program pengurangan angka kemiskinan melalui PKH. “Kami berharap, program ini terus berjalan, sehingga menurunkan angka kemiskinan dapat terwujud, karena itu kita harapakan pendamping PKH, terus membangun koordinasi dengan Dinsos Aceh Timur, dan Dinsos Provinsi Aceh,” pinta Syahrizal.(c49)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved