Petir Hancurkan 50 Lampu Taman

Sebanyak 50 unit lampu yang dipasang di halaman Gedung Pidie Convention Center (PCC) Gampong Lampeudeu Baroh, Kecamatan Pidie

Petir Hancurkan 50 Lampu Taman
SERAMBINEWS COM/ MUHAMMAD NAZAR
Lampu yang dipasang pada tiang di Gedung PCC Gampong Lampeudeu Baroh, Kecamatan Pidie, telah dicopot akibat disambar petir. 

* Halaman Gedung PCC Masih Sangat Gersang

SIGLI- Sebanyak 50 unit lampu yang dipasang di halaman Gedung Pidie Convention Center (PCC) Gampong Lampeudeu Baroh, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie hancur disambar petir. Gedung tersebut sebelumnya digunakan untuk pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Aceh ke-34.

Berdasarkan catatan Serambi, sekitar 13 item proyek di lokasi proyek MTQ, yaitu pembangunan tahap kedua Gedung Serbaguna Rp 12.952.326.000. Lalu,  pembangunan jalan sekitar 1,5 kilo meter Rp 5.818.000.000, pembangunan  talut dan saluran 1,5 kilometer Rp 1.862.000.000, musalla Rp 1.264.000.000 dan pagar depan Rp 500.000.000.

Berikutnya, MCK dan tower air Rp 470.450.000, lanscap Rp 1.450.000.000, tugu bismillah Rp 275.000.000, lampu penerang Rp 918.313.000, gapura Rp 1.117.741.000, sanitasi air Rp 200.000.000 dan gedung utama Rp 1.200.880.000.

Untuk proyek lampu penerang dengan anggaran Rp 918.313.000 berjumlah 50 unit lampu dipasang bersamaan dengan tiang. Saat ini, lampu di tiang tersebut telah dicopot, seiring terkena sambaran petir. Akibat lampu penerang tidak adan sehingga suasana di dalam kompleks Gedung PCC sangat gelap.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Perkim Pidie, Teuku Epi Iswari, kepada Serambi, Selasa (14/1) menjelaskan, lampu dipasang pada tiang di pinggir jalan di halaman kompleks Gedung PCC telah putus akibat disambar petir yang terjadi pada Oktober dan November 2019.

Ia menyebutkan, lampu tersebut disambar petir tidak bersamaan, yang berarti saat suara petir menggelegar, sepuluh unit bola lampu rusak. Disebutkan, bola lampu mudah disambar petir di Gedung PCC, mengingat halaman sangat gersang, sehingga perlu dipasang alat anti-petir. "Lampu yang terkena petir telah kita kirim ke perusahaan, karena masih tahap pemeliharaaan dan hasil pemeriksaan, terkena sambaran petir," jelasnya

Dia menjelaskan, alat penyalur petir terdiri dari penerima (air terminal/rod), penghantar penurunan (down conductor) dan elektroda bumi (earth electrode). Juga perlengkapan lainnya yang merupakan satu kesatuan yang berfungsi untuk menangkap muatan petir. Saat ini, alat tersebut masih dipasang petugas dari PLN.

"Jika alat petir pada tiang telah selesai dipasang kita segera memasang lampu di tiang tersebut, mengingat bola lampu telah dikirim kembali perusahaan sebagai pengadaan bola lampu itu. Insyaallah dalam minggu ini bola lampu tersebut akan kita pasang kembali. Dari 50 unit bola lampu taman Gedung PCC, ternyata hanya 5 unit bola lampu yang tidak putus," pungkasnya.

Anggota DPRK Pidie, T Zulkarnaini SP, kepada Serambi, kemarin, menegaskan, bola lampu yang telah putus hampir tiga bulan di halaman Gedung PCC harus cepat dipasang, mengingat akan terjadi rawan naksiat di halaman PCC. Sebab, tidak adanya lampu taman membuat suasana kompleks Gedung PCC gelap.

"Pada malam hari, dominan muda-mudi yang berkeliaran di kompleks Gedung PCC, sehingga potensi maksiat akan terjadi," jelasnya  Menurutnya, Pemkab juga harus menugaskan petugas penjaga di Gedung PCC dan memakai CCTV sehingga saat kejadian bisa terekam dengan alat tersebut. " Seperti kasus pemecahan kaca depan Gedung Serbaguna yang belum terungkap identitas pelakunya. Jika adanya CCTV pelaku mudah diidentifikasi polisi," jelasny.(naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved