Subsidi Elpiji
DPRA Minta Pemerintah Kaji Ulang Rencana Pencabutan Subsidi Gas Elpiji, Ini Alasannya
Menurutnya saat ini belum tepat kalau pemerintah merencanakan kenaikan gas elpiji bersubsidi isi tiga kilogram mencapai Rp 32.250 per tabung dari bias
Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Asnawi Luwi |Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ketua Fraksi Partai Golkar DPRA H Ali dan Anggota DPRA dari Partai Aceh, Yahdi Hasan meminta kepada pemerintah mengkaji ulang rencana pencabutan subsidi gas elpiji bersubsidi isi tiga kilogram pada pertengahan tahun 2020.
"Pemerintah harusnya menambah subsidi bagi masyarakat, bukan malah menguranginya," ujar Ali Basrah kepada Serambinews.com, Jumat (17/1/2020)
Menurutnya saat ini belum tepat kalau pemerintah merencanakan kenaikan gas elpiji bersubsidi isi tiga kilogram mencapai Rp 32.250 per tabung dari biasanya hanya Rp 22.000 per tabung di pangkalan-pangkalan.
Saat ini, kata Ali Basrah, berdasarkan data di BPS, bahwa Aceh peringkat pertama di wilayah Sumbagut sebagai provinsi termiskin.
Karenanya, kata dia, belum tepat kalau saat ini pemerintah akan mencabut subsidi gas elpiji bersubsidi isi 3 kilogram di pasaran khususnya di Aceh, apalagi di wilayah Aceh Tenggara dan Gayo Lues yang akan akan menyamakan harga per kilogramnya dengan gas nonsubsidi mencapai Rp 11.750/kg.
• Derita TKW Aceh di Malaysia, 15 Tahun Merantau ke Negeri Jiran, Pulang Kampung dengan Kondisi Lumpuh
• Hadi Rela Dihukum Mati Bacakan Sendiri Pledioi Kasus Pembunuhan Sopir Travel
• Sidang Bersejarah Pemakzulan Donald Trump Dimulai, 99 Dari 100 Senat Bersumpah Tak Memihak
Menurut Ali Basrah ini akan menimbulkan dampak besar bagi masyarakat Aceh khususnya karena kehadiran pemerintah untuk menjamin kesejahteraan rakyat, bukan menambah derita bagi rakyat
Hal lain diutarakan Anggota DPRA dari Partai Aceh Yahdi Hasan.
Menurut dia, gas elpiji bersubsidi di pasaran saat ini saja masih digolongkan langka. Apalagi akan dicabut subsidinya.
Ini akan menambah beban dan bisa menimbulkan kemiskinan di Aceh akan semakin tinggi.
Menurut dia, saat ini saja gas elpiji bersubsidi yang disalurkan di Aceh masih sangat kurang kuotanya.
"Ini belum bisa dilakukan pemerintah. Seharusnya, kuota gas elpiji bersubsidi isi tiga kilogram seperti permintaan dewan tahun 2020 agar ditambah khususnya Agara, " ujar Yahdi Hasan.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/antrean-lpg-3-kg-di-bireuen.jpg)