BPBD-MPU Kerja Sama Mitigasi Bencana Berbasis Spiritual  

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banda Aceh melakukan pertemuan dengan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU)

FOTO KIRIMAN SABRI
Kalaksa BPBD Kota Banda Aceh, Fadhil Ssos MM dan rombongan foto bersama dengan Ketua MPU,Dr Tgk Damanhuri Basyir Mag beserta anggota usai pertemuan di Kantor MPU Banda Aceh, Kamis (16/1/2020). 

BANDA ACEH - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banda Aceh melakukan pertemuan dengan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) untuk berdiskusi dan membahas mitigasi bencana berbasis ilmiah dan spiritual. Kedatangan rombongan BPBD yang dipimpin Kalaksa Fadhil SSos MM bersama sekretaris dan tiga kepala bidang disambut  oleh Ketua MPU Kota Banda Aceh, Dr Tgk Damanhuri Basyir MAg dan anggota di kantor MPU setempat, Kamis (16/1/2020).

Pada kesempatan itu, Tgk Damanhuri Basyir menyampaikan, kerja sama antara pemerintah dalam hal ini BPBD dan ulama dalam mitigasi bencana, baik secara ilmiah dan spiritual sangat penting. Menurut Ketua MPU, terjadinya bencana bukan karena faktor alam saja, tetapi juga disebabkan ulah manusia yang membuat kemungkaran di atas bumi.

“Musibah bencana yang terjadi tahun 2004 silam, karena manusia sudah banyak melakukan kesalahan sehingga Allah SWT memberi ujian berupa musibah bencana gempa bumi dan tsunami. Untuk menghidari musibah serupa terjadi lagi, kita harus selalu ingat kepada Allah SWT dengan melaksanakan segala perintah -Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya, serta dengan memperbanyak zikir,” ajaknya.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Banda Aceh, Fadhil Ssos MM menjelaskan, Banda Aceh adalah salah satu kota rawan bencana, sehingga perlu langkah antisipasi untuk mengurangi kemungkinan tingkat risiko banyak korban dan harta benda saat bencana terjadi. Solusinya, beber dia, adalah membangun dan menguatkan strategi mitigasi bencana, baik secara struktural maupun nonstruktural.

“Salah satu upaya untuk itu adalah menguatkan terobosan dalam mitigasi berbasis spiritual. Hal ini sangat sinergi dengan visi misi Kota Banda Aceh mewujudkan kota gemilang dalam bingkai syariah. Apalagi, peran ulama sangat penting dalam kesiapsiagaan Kota Banda Aceh dalam menghadapi segala kemungkinan bencana yang terjadi ke depan,” papar Fadhil.(pon/rel)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved