Cucu Lempar Parang ke Muka Nenek, Marah Disuruh Pakai Celana Panjang

Polres Aceh Selatan mendalami kasus penganiayaan yang dilakukan GT (22), warga asal Tanjung Balai, Sumatera Utara (Sumut)

Cucu Lempar Parang ke Muka Nenek, Marah Disuruh Pakai Celana Panjang
SERAMBINEWS.COM/TAUFIK ZASS
Kapolres Aceh Selatan, AKBP Dedy Sadsono ST. 

TAPAKTUAN - Polres Aceh Selatan mendalami kasus penganiayaan yang dilakukan GT (22), warga asal Tanjung Balai, Sumatera Utara (Sumut) terhadap neneknya RD (70), warga Desa Kota Palak, Kecamatan Labuhan Haji, Aceh Selatan, pada Minggu (19/1/2020) malam sekira pkl 21.30 WIB. Ekses dari kejadian ini, nenek RD mengalami luka robek di kepala sehingga harus dilarikan ke puskesmas sebelum dirujuk ke RSUD Teuku Peukan Abdya.

Kapolres Aceh Selatan, AKBP Dedy Sadsono ST saat dikonfirmasi Serambi, Senin (20/1/2020), mengatakan, pihaknya saat ini sedang menyelidiki motif pelaku, termasuk kejiwaan pemuda GT tersebut. "Kejadian di rumah korban di Gampong Kota Palak, Kecamatan Labuhan Haji. Motif dan apakah pelaku mengalami gangguan jiwa atau tidak, sedang didalami," kata AKBP Dedy Sadsono ST.

Kapolres menceritakan, kejadian terungkap ketika pada Minggu (19/1/2020) malam sekira pukul 21.30 WIB, pelaku mendatangi Polsek Labuhan Haji dan mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap neneknya dengan menggunakan sebilah parang. Mendengar pengakuan pelaku tersebut, ujarnya, personel Polsek Labuhan Haji langsung mendatangi rumah korban di Gampong Kota Pala, serta mengamankan barang bukti sebilah parang.

"Informasi yang kita dapat, kejadian ini dipicu saat korban menyuruh pelaku agar memakai celana panjang, karena saat itu pelaku hanya memakai kemeja dan celana dalam saja. Merasa ditegur oleh korban, kemudian pelaku marah dan saat itu juga menganiaya neneknya dengan cara melempari dengan parang," beber Kapolres sesuai dengan laporan yang diterimanya dari Polsek Labuhan Haji.

Usai mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan saksi di tempat kejadian perkara (TKP), papar AKBP Dedy Sadsono, kemudian personel polisi menuju ke Puskesmas Labuhan Haji untuk melakukan pengecekan terhadap kondisi korban. Hasil pengecekan, korban mengalami luka robek di kepala sebelah kiri (lebih kurang 10 cm) hingga terlihat tulang kepala/tengkorak. "Selanjutnya korban dirujuk RSUD Teuku Peukan Abdya," ungkapnya.

Untuk sementara, lanjut Kapolres, pelaku telah diamankan di Polsek Labuhan Haji. Namun begitu, dari pihak korban hingga sekarang belum ada yang membuat laporan resmi ke polisi. “Sedangkan pengakuan pelaku, ia melakukan penganiayaan terhadap korban yang merupakan neneknya dengan cara melempar sebilah parang kepada korban sehingga mengenai pelipis korban sebelah kiri,” pungkas AKBP Dedy Sadsono.

Sementara itu, kasus penganiayaan dengan cara melempar parang yang dilakukan GT (22), warga Tanjung Balai, Sumatera Utara (Sumut) terhadap neneknya ZB (70), warga Desa Kota Palak, Kecamatan Labuhan Haji, Aceh Selatan pada Minggu (19/1/2020) malam, disepakati diselesaikan secara kekeluargaan. Karena antara pelaku dan korban punya hubungan darah yang kental karena cucu dengan nenek.

"Pihak keluarga tidak ingin kasus ini dilanjutkan karena pelakunya masih keluarga, mereka menginginkan diselesaikan secara kekeluargaan. Makanya, malam ini (tadi malam-red), kami akan duduk bersama merumuskan mengenai perdamaian itu," kata Kapolsek Labuhan Haji, Iptu Syahrul kepada Serambi, Senin (20/1/2020) malam.(tz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved