Jeruk Nipis
Pasokan Minim dan Permintaan Tinggi Sebabkan Harga Jeruk Nipis Melambung di Pijay
Melonjaknya harga jeruk nipis dalam dua bulan terakhir disebabkan oleh minimnya pasokan dari petani kebun baik di Pijay maupun dari Pidie.
Penulis: Idris Ismail | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Idris Ismail I Pidie Jaya
SERAMBINEWA.COM,MEUREUDU - Dampak minimnya pasokan serta permintaan sangat tinggi dari konsumen membuat harga eceran jeruk nipis di berbagai pusat perbelanjaan di Pidie Jaya (Pijay) dalam dua bulan terakhir melambung tinggi hingga Rp 16.000/Kg
"Biasanya, harga ecerannya Rp 6.000/Kg," sebut Faisal, pedagang eceran di pusat pasar Lueng Putu, Kecamatan Bandar Baru, Pijay kepada Serambinews.com, Rabu (22/1/2020).
Melonjaknya harga jeruk nipis dalam dua bulan terakhir disebabkan oleh minimnya pasokan dari petani kebun baik di Pijay maupun dari Pidie.
Sehingga pasokan didatangkan dari luar daerah terutama Kabupaten Aceh Utara dan luar provinsi yaitu Medan, Sumatera Utara.
• Video Viral Anak Tergantung dengan Kaki ke Atas, Polisi Periksa Ibu dan Perangkat Gampong Beurawe
• Tiga Satpam Terbaik di Nagan Raya Raih Penghargaan, Ini Pesan Kapolres
• Patuk Gonzo, Cobra Melenggang ke Final Turnamen Eksekutif
Selain itu permintaan buah jeruk nipis sangat tinggi selama dua bulan terakhir menyusul suasana musim peringatan maulid.
Sehingga permintaan para konsumen meningkat lebih tinggi untuk kebutuhan dari bagian bumbu dapur.
Ia juga menyinggung untuk harga jenis komoditi bawang merah, harga ecerannya masih berkisar Rp 40.000/Kg.
Demikian juga cabai merah masih bertahan dikisaran Rp 25.000/Kg.
Sedangkan cabai hijau masih Rp 20.000/Kg. Sementara harga tomat Rp 7.000/Kg.
"Apalagi ini menjelang pekan terakhir puncak maulid sehingga permintaan jeruk nipis diperkirakan bisa tembus kekisaran harga Rp 20.000/Kg hingga Rp 25.000/Kg," jelasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/intisari-online_20180219_094103.jpg)